TUGAS MAKALAH
FUNGSI DAN TUJUAN
KOMUNIKASI
DI SUSUN OLEH :
SYARIFAH NURJAMILA (2A 1322 069)
MATA KULIAH :
ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
SAWERIGASING MAKASSAR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas
kehadirat tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya lah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah iLmu
Komunikasi ini dengan tepat waktu.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas materi tentang “Fungsi dan Tujuan Komunikasi”. Apa fungsi sich fungsi dan tujuan dari komunikasi ? Itu akan terjawab dalam makalah ini.
Pada makalah ini, masih banyak
terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka saya
berharap mendapatkan kritikan serta saran dari para pembaca dan mahasiswa
lainnya, terutama oleh dosen pembimbing mata kuliah ilmu komunikasi demi
menyempurnakan makalah ini.
Demikian sepatah kata dari saya yang sempat saya
utarakan pada kata pengantar ini. Lebih dan kurangnya mohon di maafkan karena hanya hanya manusia biasa yang tidak luput dari
kesalahan. Adapun kesempurnaan pada makalah ini, itu semua datangnya dari sang
pencipta.
Billahi
Fisabilillahi
Nuun Walqalami
Waa Maayaturuunn
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Parepare,
22 oktober 2014
Penyusun
Syarifah
Nurjamila
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR
ISI ................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ......................................................................... 1
B. RUMUSAN
MASALAH .................................................................... 1
C. TUJUAN
PENULISAN ......................................................................` 1
BAB II
PEMBAHASAN A. FUNGSI KOMUNIKASI .................................................................... 2
a.
Fungsi Komunikasi SecaraIndividual ...................................... 3
b.
Fungsi Komuniksi Secara Sosial ….......................................... 4
c.
Penerapan Fungsi Komunikasi Sosial Terhadap
Individual .................................................................................. 6
B. TUJUAN KOMUNIKASI ................................................................... 7
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN.................................................................................. 11
B.
SARAN .............................................................................................. 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Dalam
pergaulan sehari-hari, kita tidak dapat lepas dari orang lain. Agar pergaulan
kita lancar maka dipergunakanlah bahasa sebagai alatnya.Dari sinilah bahasa
tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi, dapat juga dikatakan bahwa,
komunikasi adalah pertukaran pesan. Kita berkomunikasi dengan orang lain karena
kita saling membutuhkan. Dengan berkomunikasi kita dapat bekerjasama dengan
orang lain.
Proses komunikasi ditujukan untuk
menciptakan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif artinya, bila terjadi
pengertian, menimbulkan kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin
baik, dan perubahan perilaku.Komunikasi yang efektif juga bisa diartikan
terjadi bila ada kesamaan antara kerangka berpikir dalam bidang pengalaman
antara komunikator dengan komunikan. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif
maka harus dilakukan persiapan-persiapan secara matang terhadap seluruh
komponen proses komunikasi, yaitu, komunikator, pesan, saluran komunikasi,
komunikan, efek dan umpan balik. Bahkan dengan kata lain, proses komunikasi
yang akan dilakukan harus didahului dengan upaya pemeriksaan terhadap
pertanyaan-pertanyaan, siapa komunikatornya?, apa pesannya?, melalui media
apa?, sasaranya siapa?, dan bagaimana efeknya pada sasaran.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
fungsi dari komunikasi
?
2. Apa tujuan dari komunikasi
?
C.
TUJUAN
PENULISAN
Mampu mengetahui tujuan dan fungsi dari komunikasi
agar komunikasi terjalin secara efekif.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Fungsi Komunikasi
Apabila komunikasi dipandang dari arti yang lebih
luas, tidak hanya sebagai pertukaran berita atau pesan, tetapi sebagai kegiatan
individu dan kelompok mengenai tukar menukar data, fakta, ide, maka fungsinya
dalam setiap sistem sosial adalah sebagai berikut:
1.
Informasi:
pengumpulan, penyimpanan, pemorsesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta,
pesan, opini, dan komentar yang dibutuhkan agar dapat dimengerti dan beraksi
secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil
keputusan yang tepat.
2.
Sosialisasi:
menunjuk pada upaya pendidikan, dimana adanya penyediaan sumber ilmu
pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagaimana
anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan
dapat aktif didalam masyarakat.
3.
Motivasi:
menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang,
mendorong orang untuk menentukan pilihan dan keinginannya, mendorong kegiatan
individu dan kelompok berdasarkan tujuan, mendorong kegiatan individu dan
kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
4.
Perdebatan dan
diskusi: menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk
memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah
public, menyediakan bukti-bukti relavan yang diperlukan utuk kepentingan umum
agar masyarakat lebih melibatkan diri dengan masalah yang menyangkut
kepentingan bersama.
5.
Pendidikan:
pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan intelektual,
pembentukan watak, serta membentuk keterampilan dan kemahiran yang diperlukan
pada semua bidang kehidupan.
6.
Memajukan
kebudayaan: menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan
warisan masa lalu, mengembangkan kebudayaan dengan memperluas horison seseorang
serta membangun imajinasi dan mendorong kreatifitas dan kebutuhan estetikanya.
7.
Hiburan:
memberikan hiburan kepada masyarakat, lewat penyebarluasan signal, simbol,
suara dan imajinasi dari drama, tari, kesenian, kesusatraan, music, olahraga,
kesenangan, kelompok dan individu, melalui media masa, eltronik dsb, sehingga
masyarakat dapat menikmati hiburan, dan melarikan diri dri kesulitan hidup
sehari-hari, dan lain-lain.
8.
Integrasi:
menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan untuk memperoleh
berbagai pesan yang mereka perlukan agar mereka dapat saling kenal dan mengerti
serta menghargai kondisi pandangan dan keinginan orang lain
a.
Fungsi komunikasi secara
individual
Ahli psikologi Edward Tolman memandang komunikasi itu sebagai perilaku
alat, ia menganggap ucapan manusia tidak lain adalah “suatu alat yang
sebetulnya tidak berbeda dengan alat-alat lain, seperti; benang, tongkat, kotak
dan sebagainya.” Sehingga komunikasi itu merupakan alat
manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara ucapan/kata-kata baik terhadap
dirinya sendiri (intrapersonal) ataupun kepada sesama manusia. Contohnya;
Komunikasi sebagai alat (intrapersonal); orang jatuh dari sepeda kemudian
berteriak-teriak kesakitan, selain untuk memangil seseorang ia juga melakukan
itu untuk mengurangi atau menahan rasa sakit. Komunikasi sebagai alat (hubungan
sesama manusia); Seorang anak berbicara secara halus kepada ibunya karena ingin
diberi tambahan uang saku.
Willian Stephenson dalam “teorinya
permainan dalam komunikasi”.Dia manaruh perhatian pada komunikasi yang dimaksud
untuk memperoleh kepuasan.Ia mengillustrasikan dengan suatu percakapan antara
dua orang yang tidak punya tujuan tertentu yang jelas; mereka tidak berusaha
meyakinkan seseorang atau menyingkirkan sesuatu dari teman bicaranya; mereka
tidak mengharapkan apa-apa dari percakapan itu kecuali obrolan. Tetapi mereka
senang.Yang demikian itu menurut istilah Stephenson adalah komunikasi hiburan.Contoh; sekelompok orang berbincang-bincang diwarung kopi
pada sabtu malam untuk menghabiskan waktu setelah seminggu bekerja.Media
televisi mensajikan acara lawakan atau sinetron yang sifatnya menghibur yang
melihat.
Kesimpulannya;
Komunikasi secara individual (komunikasi antar
individu), didapatkan ada dua fungsi komunikasi, yaitu komunikasi sebagai alat
(kerja) untuk memenuhi kebutuhan manusia dan komunikasi sebagai hiburan untuk
mendapatkan kesenangan.Kedua fungsi komunikasi tersebut didalam penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari tidak berdiri sendiri atau saling menghilangkan
tetapi keduanya saling melengkapi atau pasti ada di setiap komunikasi antar
manusia. Contohnya; ketika kita sedang membaca koran, kita tidak hanya
mendapatkan kesenagan tetapi juga mendapatkan informasi yang kita perlukan
untuk mengetahui kondisi masyarakat lebih luas.
Dalam suatu esai klasik, Harold Lasswell yang ahli
ilmu politik dan seorang pioner dalam kajian komunikasi, menyebut ada tiga
fungsi sosial komunikasi;
·
Penjajakan lingkungan
·
Menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dari
masyarakat untuk menanggapi lingkungan.
·
Menurunkan warisan sosial dari generasi satu ke
generasi berikutnya
Gambaran yang jauh lebih sederhana untuk tiga fungsi
komunikasi menurut Lasswell, yaitu;
·
Penjajakan lingkungan sama hanya dengan mencari
informasi untuk para pencari berita, hasil informasi tersebut disebarkan
melalui media massa sehingga masyarakat mengetahui peristiwa yang telah
terjadi. Bisa juga seorang ilmuan mengadakan riset untuk mengetahui realitas
baru sehingga hasil temuan itu nantinya menjadi ilmu pengetahuan untuk
dipelajari lebih lanjut oleh masyarakat.
·
Menghubungkan bagian yang terpisah dari masyarakat
untuk menganggapi lingkungan; hal ini sama hanya yang dilakukan oleh
manager/pemimpin perusahaan/organisasi/negara yang menyerap informasi yang
parsial dari masyarakat untuk selanjutnya mengambil keputusan, tujuannya untuk
mengatasi problem lingkungan yang ada.
·
Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi;
hal ini sama seperti sistem kebudayaan masyarakat yang menurunkan adat
kebiasaan yang sifatnya turun temurun, bagaimana cara berburu, bagaimana
menghargai alam, dan bagaimana bersyukur pada Tuhan.
Sistem
Politik
|
Sistem
Ekonomi
|
Sistem
Sosial
|
· Pengamatan
(mencari pengetahuan atau rahasia tertentu)
· Kordinasi
; menafsir pengetahuan, membuat, menyebar, dan memaksakan kebijakan.
· Pemindahan
warisan social, hokum dan kebiasaan masyarakat
|
· Informasi
mengenai sumber dan kesempatan untuk jual beli dan sebagainya.
· Interpretasi
terhadap informasi; membuat kebijaksanaan ekonomi; pelaksanaan dan pengawasan
pasar.
· Memasuki
perilaku ekonomi.
|
· Informasi
mengenai norma peran social, penerimaan atau penolakan terhadapnya.
· Pengaruh
pribadi, para pemimpin, institusi pemerintahan dan hukum, media pembentuk
opini.
· Pemindahan
norma-norma social dan paket peran kepada anggota baru masyarakat.
|
c.
Penerepan fungsi komunikasi
sosial terhadap individual
Komunikasi manusia adalah merupakan perilaku
individual dan hubungan sosial. Masing-masing dari keempat fungsi komunikasi
punya aspek ke dalam dan ke luar, berikut ini adalah tabelnya;
Fungsi
|
Aspek ke
keluar
|
Aspek ke
dalam
|
1.
Radar social
2. Memanipulasi/mengolah,
pembuatan keputusan
3. Pengajaran
4. menghibur
|
1. mencari
informasi, memberi informasi
2. mempengaruhi,
memerintah
3. mencari
ilmu, mengejar
4. menghibur
orang
|
1. menerima
informasi
2. menafsir,
menentukan
3. belajar
4.
menikmati hiburan
|
Agaknya fungsi-fungsi ini telah mengalami perubahan
dibandingkan dengan saat lahirnya masyarakat dan lembaga yang berbeda-beda
telah melakukan tugasnya secara lebih profesional. Perubahan peta itu dapat
digambarkan sebagai berikut;
Fungsi Komunikasi
|
Pada Masyarakat Tradisional
|
Pada Masyarakat Modern
|
Radar sosial
|
Kontak pribadi, pengamat, tukang
cerita, dsb
|
Kontak pribadi, media berita
|
Managemen
|
Pengaruh pribadi, para pemimpin,
penasehat
|
Pengaruh pribadi, para pemimpin, institusi
pemerintah dan hukum, media pembentuk opini publik
|
Pengajaran
|
Pengajaran dalam keluarga, oleh
ahli, melalui magang.
|
Sosialisasi awal dalam keluarga,
system pendidikan, media dan referensi pengajaran.
|
Hiburan
|
Penyanyi balada, penari, pembaca
cerita
|
Seni kreatif dan pertumjukan,
media hiburan
|
B.
Tujuan Komunikasi
Menurut
Riant Nugroho (2004:72) tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman bersama
atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Sedangkan menurut Katz an Robert Kahn
yang merupakan hal utama dari komunikasi adalah pertukaran informasi dan
penyampaian makna suatu system social atau organisasi. Akan tetapi komunikasi
tidak hanya menyampaikan informasi atau pesan saja, tetapi komunikasi dilakukan
seorang dengan pihak lainnya dalam upaya membentuk suatu makna serta mengemban
harapan-harapannya (Rosadi Ruslan, 2003:83). Dengan demikian komunikasi
mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan betapa efektifnya
orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha untuk mencapai
tujuan.
Tujuan komunikasi disini menunjuk kepada suatu
harapan atau keinginan yang dituju oleh pelaku komunikasi. Secar umum Harold D
Lasswel menyebutkan bahwa tujuan komunikasi ada empat, yaitu :
Ø Social Change (Perubahan Sosial). Seseorang
mengadakan komunikasi dengan orang lain, diharapkan adanya perubahan sosial
dalam kehidupannya, seperti halnya kehidupannya akan lebih baik dari sebelum
berkomunikasi.
Ø Attitude Change (Perubahan Sikap). Seseorang
berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan sikap.
Ø Opinion Change (Perubahan Pendapat). Seseorang
dalam berkomunikasi mempunyai harapan untuk mengadakan perubahan
pendapat.
Ø Behavior Change (Perubahan Perilaku). Seseorang
berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan perilaku.
Pendapat lain mengatakan bahwa secara umum
akibat atau hasil komunikasi dapat mencakup tiga aspek, yakni:
Ø Aspek Kognitif, yaitu
menyangkut kesadaran dan pengetahuan.
Ø Aspek Afektif, yaitu
menyangkut sikap atau perasaan atau emosi.
Ø Aspek Konatif, yaitu
menyangkut perilaku atau melakukan sesuatu.
Dalam
kaitannya dengan tiga aspek diatas, ada beberapa indikator dari akibat atau
hasil komunikasi, diantaranya ada tiga macam yang cukup popular, yakni Model
AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action), model Hierarki Efek dan model
Adopsi Inovasi.
Aspek/ Tahap
|
Model AIDA
|
Model Hierarki Efek
|
Model Adopsi Inovasi
|
Kognitif
|
Attention (perhatian)
|
Awareness (kesadaran)
Knowledge(pengetahuan)
|
Knowledge
(pengetahuan)
|
Afektif
|
Interest (minat)
Desire (keinginan)
|
Liking (menyukai)
Preference (pilihan)
Conviction (meyakini)
|
Persuasion (persuasi)
Decision (keputusan)
|
Konatif
|
Action (tindakan)
|
Purchase (membeli)
|
Implementation
(pelaksanaan)
Confirmation
(konfirmasi)
|
Model AIDA ini
memberikan gambaran bahwa dampak atau hasil komunikasi yang terjadi pada
seseorang setelah ia menerima pesan akan menyangkut empat hal, yakni: attention
(perhatian) dalam kolom kognitif, kemudian meningkat ke tingkat afektif
yaitu interest (minat) dan desire (keinginan), selanjutnya
menigkat ke tingkat action (tindakan). Diasumsikan bahwa tindakan
yang diambil pada dasarnya didorong oleh adanya perhatian, minat dan keinginan.
Model Model Hierarki
Efek ini hampir sama dengan model AIDA. Hanya saja proses proses pertahapannya
lebih kompleks, yaitu mencakup enam tahap: awareness(kesadaran), knowledge
(pengetahuan), liking (menyukai), preference
(pilihan), conviction (meyakini), purchase (membeli).
Model Adopsi Inovasi,
ini dikembangkan oleh Evererr M. Rogers (1983). Model ini memberika gambaran
tentang lima tahap yang dilalui dalam proses pembuatan keputusan untuk menerima
atau menolak inovasi. Yang dimaksud inovasi disini adalah suatu ide atau
gagasan, praktek , atau benda yang dinilai baru oleh seseorang. Kelima tahap
tersebut adalah knowledge (pengetahuan), persuasion
(persuasi), decision (keputusan), implementation (pelaksanaan),
confirmation (konfirmasi).
Dalam model tahap ini
pelaksanaan bukanlah tahap terakhir.Karena setelah itu ada satu tahap lagi
yakni konfirmasi. Pada tahap ini seseorang akan mencari bukti-bukti penguatan
dan mempertimbangkan kembali keputusan yang telah diambil dan dilaksanakannya.
Apabila ia merasa benar, maka tindakannya akan diteruskan, tetapi bila ia
merasa tidak benar, atau terpengaruh oleh inovasi lain atau oleh kebiasaan
lama, maka ia akan berhenti melaksanakan inovasi.
Pada umumnya tujuan komunikasi tujuan anatara lain,
yaitu:
- Supaya yang kita sampaikan dapat mengerti, sebagai komunikator kita harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengakui apa yang kita maksud.
- Memahami orang lain. Kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan kemauannya.
- Supaya gagasan dapat diterima orang lain. Kita berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasive bukan memaksakan kehendak.
- Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu, menggerakan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan. Kegiatan dimaksud di sini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara baik untuk melakukan (Widjaja, 200:66-67)
BAB
III
PENUTUPAN
A.
KESIMPULAN
1. Fungsi komunikasi yaitu :
a.
Memberikan informasi
b.
Mempermudah
sosialisasi
c.
Memberikan
motivasi
d.
Saling menukar
fikiran pada saat diskusi atau debat
e.
Memberikan
pendidikan dan pengetahuan
f.
Menyebarkan
hasil kebudayaan
g.
Memberikan
hiburan
2.
Tujuan
komunikasi yaitu :
a. Supaya yang kita sampaikan dapat di mengerti
b. Memahami orang lain
c. Supaya gagasan atau ide dapat di terima orang lain
d. Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu
B.
SARAN
Setiap manusia wajib kiranya mengetahui apa fungsi dan tujuan dari
komuniaksi tersebut agar melakukan komunikasi dengan baik dan benar, krn tata
cara berkomunikasi mempengaruhi pandangan dan peniliaian seseorang terhadap
pribadi seseorang.
DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1998
Nurudin.Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada, 2010
Roudhonah.Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta
Press, 2007
Widjaja.Komunikasi: Komunikasi dan Hubungan
Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara, 2008
Drs. Abdillah Hanafi, Memahami Komunikasi Antar Manusia, hal;19
Drs. Abdillah Hanafi, Memahami Komunikasi Antar Manusia, hal;28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar