TUGAS MAKALAH
KUANTITAS DAN KUALITAS
PENDUDUK INDONESIA
DI SUSUN OLEH :
SYARIFAH NURJAMILA (2A 1322 069)
MATA KULIAH :
UNIVERSITAS
SAWERIGASING MAKASSAR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas
kehadirat tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya lah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Geografi Kependudukan ini dengan tepat waktu.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas materi tentang “Kuantitas dan Kualitas Penduduk
Indonesia”. Apakah kuantitas dan kualitas
penduduk Indonesia dapat di perhitungkan di duniaInternasional? Itu akan terjawab dalam makalah ini.
Pada makalah ini, masih banyak
terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka saya
berharap mendapatkan kritikan serta saran dari para pembaca dan mahasiswa
lainnya, terutama oleh dosen pembimbing mata kuliah GeografiKependudukan demi menyempurnakan makalah ini.
Demikian sepatah kata dari sayayang sempat saya
utarakan pada kata pengantar ini. Lebih dan kurangnya mohon di maafkan karena hanya hanya manusia biasa yang tidak luput dari
kesalahan. Adapun kesempurnaan pada makalah ini, itu semua datangnya dari sang
pencipta.
Billahi
Fisabilillahi
Nuun Walqalami
Waa Maayaturuunn
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Parepare,
23oktober 2014
Penyusun
SyarifahNurjamila
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR
ISI ................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG .................................................................................... 1
B.
RUMUSAN
MASALAH .............................................................................. 1
C.
TUJUAN
PENULISAN ..............................................................................` 1
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
KUANTITAS DAN KUALITAS
PENDUDUK ........................................................................................ 2
B.
PERMASALAHAN KUANTITAS
DAN KUALITAS
PENDUDUK ........................................................................................ 4
PENDUDUK ........................................................................................ 4
C.
KUANTITAS DAN KUALITAS
KEPENDUDUKAN
DI INDONESIA .................................................................................. 9
DI INDONESIA .................................................................................. 9
D.
CARA MENGATASI
MASALAH KUANTITAS DAN KUALITAS DI INDONESIA ........................................................................................ 13
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN .................................................................................. 15
B.
SARAN .............................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Di
era modern ini, banyak masalah yang terjadi pada kuantitas dan kualitas
penduduknya.Terutama masalah kualitasnya. Kualitas penduduk sangat
diperhitungkan dalam kinerja di setiap bidang.Di Negara Indonesia, kualitas
penduduknya hanya beberapa orang yang dapat di perhitungkan di dunia
internasional. Semua itu karena adanya permasalahan pendidikan, kesehatan dan
ekonomi.
Kuantitas di Negara Indonesia juga
sangat berkembang pesat, hal ini menyebabkan banyak terjadinya pengangguran dan
masalah kemiskinan karena kurangnya kesempatan kerja bagi para generasi muda.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa pengertian dari kuantitas dan kualitas penduduk
?
2. Apa permasalahan kuantitas
dan kualitas penduduk dan dampaknya dalam pembangunan ?
3.
Bagaimana uantitas
dan kualitas kependudukan di indonesia
?
4.
Bagaimana cara
mengatasi masalah kuantitas dan kualitas di indonesia
C.
TUJUAN
PENULISAN
Dapat mengetahui permasalahan yang terjadi dalam
masalah kuantitas dan kualitas serta cara mengatasi permasalahan yang terjadi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KUANTITAS
DAN KUALITAS PENDUDUK
1. Pengertian
Kuantitas Penduduk
Jumlah
/ kuantitas penduduk adalah banyaknyapenduduk yang menempati suatu wilayah pada
waktutertentu. Berdasarkan ketentuan berlaku di Indonesia, penduduk Indonesia
adalah semua orang sekurang-kuranngnya 6 bulan bertempat tinggal di
wilayahIndonesia. Penduduk Indonesia terdiri atas warganegara dan warga negara
asing, kecuali para diplomat/perwakilan negara asing di IndonesiaUntuk mengetahui
jumlah penduduk suatu negara
dengan cara melakukan :
a. Sensus
pendududuk sebagai perhitungan penduduk suatu negara dengan cara mengumpulkan,
menghimpun, dan menyusun data penduduk di wilayah tertentu.
b. Registrasi
merupakan kumpulan ketentuan mengenai kelahiran, kematian, dan segala kejadian
penting manusia lainnya, seperti perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, dan
perpindahan penduduk.
c. Survei
dilakukan dengan cara mengambil sampel. Di Indonesia, kegiatan survei
dilaksanakan, antara lain Survei Antarsensus (Supas), Survei Angkatan Kerja
Nasional (Sakernas), dan Survei Ekonomi Nasional (Susenas). Kegiatan survei dan
sensus dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
2. Pengertian
Kualitas Penduduk
Kualitas
penduduk sangat terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada, guna memenuhi kebutuhan hidup dan
meningkatkan kesejahteraannya.Indikator kualitas atau mutu sumber daya manusia
dapat dilihat dari beberapa aspek seperti; pendapatan, tingkat pendidikan, dan
tingkat kesehatan.
Indikator
dari tingkat kesehatan penduduk dapat dilihat dari angka kematian dan angka
harapan hidup.Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk
yang rendah dan angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan
penduduk yang baik.Tingkat kesehatan penduduk juga tidak dapat dilepaskan dari
pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk, maka pengeluaran untuk
memperoleh pelayanan kesehatan akan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya
tinggi dapat menikmati makanan yang berkualitas yang memenuhi standar
kesehatan.Sementara orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan memiliki
produktivitas yang tinggi pula bila dibandingkan dengan orang yang
berpendidikan rendah.
Kualitas penduduk adalah kunci
keberhasilan pembangunan.Jumlah penduduk yang besar belum tentu berhasil
membawa kemajuan. Tetapi penduduk yang berkualitas pasti akan mampu membawa
kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena itu kalian harus selalu berusaha
menjadi penduduk yang berkualitas.Bagaimana caranya? Belajar giat di sekolah
dan di luar sekolah merupakan cara untuk meningkatkan kualitas diri. Belajar
tidak hanya mata pelajaran di sekolah, tetapi juga belajar berwirausaha,
belajar kepemimpinan, belajar budaya masyarakatmu, dan sebagainya.
B.
PERMASALAHAN
KUANTITAS DAN KUALITAS PENDUDUK
1. Permasalahan Kuantitas
Penduduk
Jumlah penduduk yang besar berdampak
langsung terhadap pembangunan berupa tersedianya tenaga kerja yang sangat
diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan. Akan tetapi kuantitas penduduk
tersebut juga memicu munculnya permasalahan yang berdampak terhadap
pembangunan. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya:
a) Pesatnya
pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kemampuan produksi menyebabkan
tingginya beban pembangunan berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan
papan.
b) Kepadatan
penduduk yang tidak merata menyebabkan pembangunan hanya terpusat pada
daerah-daerah tertentu yang padat penduduknya saja. Hal ini menyebabkan hasil
pembangunan tidak bisa dinikmati secara merata, sehingga menimbulkan
kesenjangan sosial antara daerah yang padat dan daerah yang jarang penduduknya.
c) Tingginya
angka urbanisasi menyebabkan munculnya kawasan kumuh di kota-kota besar,
sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan kelompok
miskin kota.
d) Pesatnya
pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan volume pekerjaan menyebabkan
terjadinya pengangguran yang berdampak pada kerawanan sosial.
2. Permasalahan
Kualitas Penduduk
Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas penduduk dan
dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai berikut:
a) Masalah
tingkat pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat
pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju,
demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia.Rendahnya tingkat
pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
1) Tingkat
kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
2) Besarnya
anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
3) Pendapatan
perkapita penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap
pembangunan adalah:
1)
Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus
mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana
keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan
tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
2)
Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya
masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan
masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas
umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat.
Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya
pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang
dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.
Usaha-usaha
tersebut di antaranya:
·
Pencanangan wajib belajar 9 tahun.
·
Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP
Terbuka dan Universitas Terbuka.
·
Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan
(gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
·
Meningkatkan mutu guru melalui
penataran-penataran.
·
Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan
zaman.
·
Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
·
Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasI.
b) Masalah
kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka
kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan.
Kualitas
kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
1) Kurangnya
sarana dan pelayanan kesehatan.
2) Kurangnya
air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
3) Kurangnya
pengetahuan tentang kesehatan.
4) Gizi
yang rendah.
5) Penyakit
menular.
6) Lingkungan
yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah
terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan
kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia. Selain itu, jika
tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka
dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak
optimal.
Untuk menanggulangi masalah kesehatan ini, pemerintah mengambil beberapa
tindakan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendukung
lancarnya pelaksanaan pembangunan. Upaya-upaya tersebut di antarnya:
1)
Mengadakan perbaikan
gizi masyarakat.
2)
Pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular.
3)
Penyediaan air bersih
dan sanitasi lingkungan.
4)
Membangun sarana-sarana
kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5)
Mengadakan program
pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6)
Mengadakan penyuluhan
tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
c) Masalah
tingkat penghasilan/pendapatan
Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari
pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu
negara.
Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah,
hal ini disebabkan oleh:
1) Pendidikan
masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
2) Jumlah
penduduk banyak.
3) Besarnya
angka ketergantungan.
Berdasarkan
pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
1)
Negara kaya, pendapatan
per kapitanya > US$ 1.000.
2)
Negara sedang,
pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
3)
Negara miskin,
pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Adapun
dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
1) Rendahnya
daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang
baik.
2) Tingkat
kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak
dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Untuk
meningkatkan pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat), sehingga dapat
mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan pemerintah melakukan upaya dalam
bentuk:
1) Menekan
laju pertumbuhan penduduk.
2) Merangsang
kemauan berwiraswasta.
3) Menggiatkan
usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
4) Memperluas
kesempatan kerja.
5) Meningkatkan
GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa.
C.
KUANTITAS
DAN KUALITAS KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
Indonesia
adalah Negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, pada publikasi
hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2010 dipaparkan
bahwa jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus ini adalah sebanyak
237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan
118.048.783 perempuan, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49 persen per
tahun.
Menurut
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bapak Fasli
Jalal, diperkirakan pada tahun 2013 ini jumlah penduduk Indonesia akan
bertambah menjadi sekitar 250 juta jiwa dan hal tersebut tidak hanya perlu
diperhatikan tetapi harus diberi tindakan, karena melihat pertumbuhan penduduk
terus meningkat dari tahun ketahun.
v Mengapa
Perlu diperhatikan?
Dalam menentukan Maju/Tidak nya sebuah
Negara pasti tidak akan terlepas berdasarkan penduduk yang ada pada suatu
Negara tersebut, termasuk kuantitas serta kualitas penduduk yang ada di
dalamnya. Karena, penduduk merupakan subjek yang paling penting dalam sebuah
Negara, sehingga perlu menjadi perhatian untuk kedepannya dalam mengawal sebuah
Negara menjadi lebih baik.
v Mengapa
Perlu diberi tindakan?
Negara Indonesia sudah sangat memadai dalam segi kuantitas, yaitu dengan
bermodalkan jumlah penduduk hampir berkisar 250 juta jiwa.Yang jadi
permasalahan adalah bagaimana dengan kualitas dari semua penduduk di
Indonesia? Apakah baik atau buruk? Sungguh sangat susah mengatur
sedemikian banyaknya orang yang ada di Negara Indonesia ini agar bisa
bermanfaat bagi kemajuan Negara, maka dari itulah sangat perlu diberi tindakan
yang berdampak positif untuk merubah kualitas penduduk Indonesia menjadi lebih
baik, yaitu tidak lain dengan menggunakan wewenang dan kebijakan pemerintah
Indonesia dalam mengatur penduduknya.
Berbagai tindakan sudah banyak dilakukan oleh pemerintah dalam mengatur
kependudukan di Indonesia.Dari segi dan bidang bermacam-macam.Memang ada
perubahan dari tahun ke tahun.Tetapi tetap saja masih jauh dari harapan yang
diinginkan oleh setiap individu penduduk Indonesia.
Ada banyak
sekali masalah-masalah yang terjadi dalam kependudukan di Indonesia diantaranya
:
a.
Dilihat dari segi Kuantitas :
- Jumlah penduduk yang besar (Overcapacity)
Indonesia
merupakan penduduk terbanyak ke-4 di dunia dan merupakan negara kepulauan
terbesar di dunia dimana terdapat 17.504 pulau yang 9.634 pulau diantaranya
belum diberi nama. Walaupun, disatu sisi membanggakan namun perlu diperhatikan
permasalahan penduduk yang timbul dari jumlah penduduk yang terlalu besar,
yaitu diantaranya:
·
Jumlah lapangan
pekerjaan yang minim sehingga tidak sebanding dengan jumlah penduduk di
Indonesia. Hal ini mengakibatkan banyaknya pengangguran tersebar luas di
Indonesia.
·
Kebutuhan hidup yang
semakin tinggi sementara kemampuan pemerintah dalam penanggulangan masalah
masih terbatas mengakibatkan adanya pemukiman kumuh dan penduduk yang
kekurangan gizi.
2.
Persebaran Penduduk yang tidak Merata
Perlu diketahui, bahwa saat ini persebaran penduduk di Indonesia tidak
merata. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa 60% penduduk Indonesia
menempati area Pulau Jawa dan Madura yang luasnya kurang lebih 7% dari seluruh
wilayah di Indonesia. Persebaran penduduk yang tidak merata ini pun menimbulkan
masalah-masalah lainnya yaitu:
·
Lahan pertanian di
pulau Jawa dan Madura semakin sempit karena banyak beralih fungsi menjadi
perumahan dan industri.
·
Banyak lahan dan area
di luar pulau Jawa dan Madura yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal
karena minimnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola lahan
tersebut.
·
Ketimpangan dalam
pembangunan infrastruktur, karena orientasi pembangunan lebih terpusat di
wilayah yang lebih banyak penduduknya, sehingga satu wilayah semakin maju
sedangkan wilayah lainnya semakin terbelakang.
b. Dilihat
dari segi kualitas :
- Tingkat Kesehatan yang Rendah
Indonesia
menempati peringkat tiga tertinggi di kawasan Asia Selatan dan Asia
Tenggara untuk jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan berdasarkan data dari Survey
Demografi dan Kesehata Indonesia (SDKI) tahun 2007, banyaknya AKI berjumlah 228
orang dari 100.000 kelahiran. Tingginya tingkat kematian menunjukkan rendahnya
tingkat kesehatan yang tentu akan berdampak pula pada kualitas sumber daya
manusia.
2.
Tingkat Pendidikan yang
Rendah
Kualitas
suatu penduduk dibuktikan dengan tingginya kualitas sumber daya manusia dimana
pendidikan adalah salah satu indikator tercapainya sumber daya manusia yang
terampil dan mumpuni. Namun faktanya, Indonesia berada di peringkat 69 dari 127
negara dalam Education Development Index. Sementara, laporan Departeman
Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak yang putus sekolah. Data
pendidikan tahun 2010 menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus
sekolah. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah
sehingga mengakibatkan indeks pembangunan manusia yang rendah.
c.
Solusi
Seperti kutipan dari Adlai Stevenson “ Daripada mengutuki kegelapan lebih
baik menyalakan lilin”. Daripada terus menerus menyalahkan lebiih baik
membangun solusi.Oleh karena itu, serumit apapun masalah yang sedang dihadapi
di Indonesia pasti ada solusinya. Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah
apakah kita semua mau berdiri bersama di garis depan menjadi solusi bagi
permasalahan yang timbul.
Dari
permasalahan yang diungkapkan di atas, berikut adalah solusi yang diharapkan
mampu mengatasi permasalahan yang ada :
- Solusi dari sisi Kuantitas
- Keluarga Berencana (KB)
- Transmigrasi
- Pembangunan yang lebih intensif di kawasan luar pulau Jawa
- Solusi dari sisi Kualitas
- Peningkatan kualitas tenaga pengajar di bidang pendidikan
- Pembangunan sekolah gratis di wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah
- Membangun pusat riset dan melatih calon SDM unggul
- Pembangunan fasiltas kesehatan seperti Puskesmas di daerah dengan tingkat kesehatan yang rendah
- Fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat miskin
1. Cara
mengatasi masalah kuantitas penduduk di Indonesia
Upaya
pemerintah mengatasi permasalahan kuantitas penduduk antara lain, dengan
pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk serta pemerataan persebaran
penduduk.
·
Pengendalian jumlah danpertumbuhan penduduk Dilakukan
dengan cara menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah kelahiran,
menunda usia perkawinan muda, dan meningkatkan pendidikan.
·
Pemerataan Persebaran Penduduk Dilakukan dengan cara
transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Untuk
mencegah migrasi penduduk dari desa kekota, pemerintah mengupayakan berbagai
program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, perbaikan sarana dan
prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan.
2. Cara
mengatasi masalah kualitas penduduk di Indonesia
Untuk
mengatasi rendahnya kualitas penduduk di Indonesia, pemerintah telah melakukan
beberapa langkah, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.
·
Memberikan subsidi keluarga miskin melalui berbagai
program sosial.
·
Memberi keringanan biaya pendidikan dan kesehatan untuk
masyarakat kurang mampu.
·
Meningkatkan standar upah buruh atau upah minimum
kota.
·
Memberikan modal atau pinjaman lunak dan pelatihan
kepada para pengusaha mikro dan pengusaha kecil agar dapat bertahan atau dapat
lebih berkembang.
·
Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial,
misalnya penyediaan air bersih, WC umum, perbaikan lingkungan, ataupun sarana
sanitasi lainnya.
3. Cara
mengatasi persebaran persebaran penduduk yang tidak merata
·
Pemerataan pembangunan.
·
Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang
penduduknya dan daerah pedesaan.
·
Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang
pengelolaan lingkungan alamnya
BAB
III
PENUTUPAN
A.
KESIMPULAN
1. Pengertian Kuantitas dan Kualitas pendudu
a.
Kuantitas
penduduk ialah
Jumlah
/ kuantitas penduduk adalah banyaknyapenduduk yang menempati suatu wilayah pada
waktutertentu.
b.
Kualitas
penduduk ialah
Kualitas
penduduk sangat terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada, guna memenuhi kebutuhan hidup dan
meningkatkan kesejahteraannya.
2.
Permasalahan
kuantitas dan kualitas penduduk dan dampaknya dalam pembangunan
a. Permasalahan kuantitas penduduk
·
Pesatnya
pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kemampuanproduksi
·
Kepadatan
penduduk yang tidak merata
·
Tingginya angka
urbanisasi
·
Pertumbuhan
penduduk yang tidak seimbang dengan volume pekerjaan
b. Permasalahan kualitas penduduk
·
Masalah tingkat
pendidikan
·
Masalah
kesehatan
·
Masalah tingkat
penghasilan/pendapatan
3. Kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia :
a. Kuantitas penduduk Indonesia
·
Jumlah penduduk
yang besar
·
Perbesaran
penduduk yang tidak merata
b. Kualitas penduduk Indonesia
·
Tingkat
kesehatan yang rendah
·
Tingkat
pendidikan yang rendah
4.
Cara mengatasi
masalah kuantitas dan kualitas di Indonesia
a.
Kuantitas
penduduk Indonesia
·
Menekan angka
kelahiran
·
Pemerataan
persebaran penduduk dengan cara transmigrasi
b.
Kualitas
penduduk Indonesia
·
Program social
·
Keringanan biaya
pendidikan bagi yang kurang mampu
·
Upah minimum
kota
·
Memberikan modal
bagi usaha kecil
·
Melaksanakan
pembangunan sarana dan prasarana sosial
B.
SARAN
Kualitas penduduk di Indonesia sangat harus di perhatikan dan di
tingkatkan oleh pemerintah agar kualitas kinerja para penduduknya dapat ikut
bersaing di dunia internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar