Kamis, 30 Oktober 2014

MAKALAH analisis psikologi sosial politik

TUGAS MAKALAH

 ANALISIS PSIKOLOGI SOSIAL

POLITIK


DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK I
SYARIFAH  NURJAMILA  (2A 1322 069)
NILAM RAMLI  (                             )

MATA KULIAH :
PSIKOLOGI SOSIAL POLITIK

UNIVERSITAS SAWERIGASING MAKASSAR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya lah sehingga kami dari kelompok I dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Psikologi Sosial Politik ini dengan tepat waktu.
            Pada kesempatan kali ini, kami dari kelompok I akan membahas materi tentang “Analisis Psikologi Sosial Politik (PSIKOANALITIK)”. Mengingat Psikologi sangat penting dalam mengimbangkan keadaan jiwa dalam politik. Mengapa analisis psikologi sosial politik sangat penting untuk dipelajari? Bagaimanakah cara psikoterapi psikologi sosial politik? Itu semua akan terjawab dalam makalah ini.
            Pada makalah ini, masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka kami dari kelompok I berharap mendapatkan kritikan serta saran dari para pembaca dan mahasiswa lainnya, terutama oleh dosen pembimbing mata kuliah psikologi sosial politik demi menyempurnakan makalah ini.
            Demikian sepatah kata dari kami yang sempat kami utarakan pada kata pengantar ini. Lebih dan kurangnya mohon di maafkan karena kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Adapun kesempurnaan pada makalah kami ini, itu semua datangnya dari sang pencipta.

Billahi Fisabilillahi
Nuun Walqalami Wamaa Yasturuunn
Assalamu’alaikum wr.wb.

Parepare, 18 Oktober 2014


Kelompok  I


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................         i
DAFTAR ISI ...................................................................................................         ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG            .........................................................................                                 1
B.     RUMUSAN MASALAH ....................................................................        1
C.     TUJUAN PENULISAN   ......................................................................`     1

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN ANALISIS PSIKOLOGI SOSIAL POLITIK         
1.      Pengertian Analisis   ....................................................................        2
2.      Pengertian Psikologi Sosial Politik  ............................................        2
B.     KONSEP DAN IMPLEMENTASI ANALISI POLITIK       .....................                        3
C.     PSIKOTERAPI PSIKOLOGI SOSIAL POLITIK                             ..............................               9

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN           ..................................................................................                         12
B.     SARAN  ..............................................................................................        12

DAFTAR PUSTAKA  .....................................................................................         13


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Di era globalisasi ini,  banyak sekali terjadi konflik politik. Hampir semua tokoh politik di anggap sebagai orang yang memiliki paradigma yang tidak baik, tetapi paradigma-paradigma yang tidak baik dapat di ubah menjadi baik dengan pengaplikasian psikologi sosial politik. Psikologi sosial politik sempat di anggap tidak penting, namun di era modern yang seperti ini, Psikologi sosial politik justru sangat penting di aplikasikan dalam bidang politik.
Serge moscovici seorang psikolog sosial Perancis menyatakan bahwa psikologi sosial adalah jembatan diantara cabang-cabang pengetahuan sosial lainnya. Sebab psikologi sosial mengakui pentingnya memandang individu dalam suatu sistem sosial yang lebih luas dan karena itu menarik kedalamnya sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan ekonomi. Psikologi sosial mengakui aktifitas manusia yang rentangnya luas dan pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau. Dalam mengambil fokus ini psikologi sosial beririsan dengan filsafat, sejarah, seni dan musik. Selain itu psikologi sosial memiliki perspektif luas dengan berusaha memahami relevansi dari proses internal dari aktivitas manusia terhadap perilaku sosial.

B.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian dari analisis psikologi sosial politik ?
2.      Bagaimana konsep dan implementasi analisis politik ?
3.      Bagaimanakah cara psikoterapi psikologi sosial politik ?

C.      TUJUAN PENULISAN
1.       Mampu mengetahui apa apa maksud dari analisi psikologi sosial politik.
2.       Mampu mengatasi masalah psikologi dengan psikoterapi.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Analisis Psikologi Sosial Politik

a.    Pengertian Analisis
Kata analisis merupakan kata serapan dari bahasa ingrris yaitu analisys. Dari akhiran –isys bila diserap ke dalam bahasa indonesia menjadi –isis. Jadi sudah seharusnya bagi kita untuk  meluruskan penggunaan setiap bahasa agar tercipta praktik kebahasaan yang baik dan benar demi tatanan bangsa Indonesia yang semakin baik. Analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam.
b.    Pengertian Psikologi Sosial Politik
Psikologi sosial politik ialah ilmu pengetahuan yang merupakan bagian dari psikologi yang berhubungan dengan kehidupan sosial politik yang berkaitan dengan pikiran, emosi dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial dan politik.
Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi ekstern maupun dari segi intern. Dengan menggunakan kedua macam analisis ini, ilmu politik dapat menganalisis secara lebih mendalam makna dan peran orang kuat, kondisi sosial ekonomi serta ciri-ciri kepribadian yang memungkinkannya memainkan peran itu








B.       Konsep dan Implementasi Analisis Politik
Dalam melakukan studi kajian politik yang menyandarkan kegiatan analisis politik maka perlu sebelumnya untuk memahami kembali makna dari tujuan melakukan analisis. Unit analisis yang digunakan pada pendekatan politik ialah dengan menggunakan metodologi ilmu politik, dan pada kesempatan untuk melakukan kegiatan analisis maka perlu bagi seorang individu untuk memahami kerangka berfikir analisis politik sebelum melakukan sebuah analisis sehingga pada proses analisis nantinya akan mampu menjelaskan fenomena politik secara sistematik dan mendasar pada teori dan metode yang tepat. Untuk melahirkan kerangka berfikir analisis yang baik maka bagi seorang individu harus lebih dulu dapat memahami nilai-nilai dari aspek sudut pandang ontologis, epistemologis, dan axiologis.
Ontologi adalah ilmu pengetahuan yang didalamnya memiliki nilai-nilai tertentu dalam memandang sebuah fenomena, saat ini Ontologi dipandang sebagai bagaimana individu melihat alam jagad raya ini berikut isinya dengan dipengaruhi basis nilai (material) yang ada pada dirinya, basis material tersebut bisa dimisalkan ideologi, agama, adat dan lain sebagainya, dan kemudian basis material inilah yang kemudian melahirkan sebuah penilaian tentang sesuatau halnya. Secara sederhana ontologi dipahami sebagai sebuah pengetahuan atau ilmu yang diperoleh dari pengaruh-pengaruh yang disengaja ataupun tidak. Epistemologi dipahami sebagai realitas yang muncul setelah melalui usaha pendekatan-pendekatan tertentu untuk melihat kebenaran sesungguhnya yang sebelumnya telah dipengaruhi dengan nilai-nilai tertentu dalam pelaksanaanya, sementara axiologis dipahami Sementara Axsiologi adalah sebuah nilai yang telah dipahami kegunaannya dipakai untuk tujuan tertentu akhirnya, aksi tersebut muncul setelah melalui ontologi dan epistemologi.
Ketiga hal ini (ontologis, epistemologi, axiologi) kemudian berguna menjelaskan mengapa nilai tersebut berada pada posisi tertentu. Ketika pemahaman mengenai ontologis, epistemologis dan axsiologis telah dimiliki oleh seorang individu maka akan dapat melakukan analisis terhadap fenomena yang terjadi, pada bidang politik maka hal diatas dapat memudahkan untuk melakukan analisis terhadap fenomenologi politik secara sistematik dan komperhensif dengan menyandarkan pada metodologi ilmu politik.
Apter dan Andrian (1968) merangkum tiga pendekatan utama dalam studi Ilmu politik yakni ;
·         Pertama ialah pendekatan normatif (normative approach); diartikan sebagai evolusi demokrasi konstitusional sebagai perwujudan utama modrnisasi.Ini merupakan pendekatan favorit bagi para ilmuan politik yang perhatian utamanya adalah tentang sejarah gagasan-gagasan politik dan sosiologi ilmu pengetahuan.Pendekatan normatif merupakan kecendrungan tradisional yang sudah digunakan sejak ilmu politik masi menyatu dengan ilmu filsafat.Pendekatan ini meneliti nilai nilai kebudayaan dalam masyarakat yang dianggap baik.Analisis normatif mencoba meningkatkan observasi empiris kasar atas berbagai peristiwa, dan mencari maknanya yang lebih dalam dengan mengaitkannya ke nilai-nilai masyarakat yang diamati. Analisis normatif menggunakan masyarakat secara keseluruhan sebagai unit analisisnya, dan terkadang merngasumsikan bahwa perubahan dalam masyarakat merupakan konsekuensi dari suatu proses dialektis antara nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang saling bertentangan.
·         Kedua, Pendekatan struktural (structural approach), Apter dan Andrian membedakannya menjadi lima macam  sesuai dengan penekananya, yakni seperti digambarkan dalam tabel;
Pendekatan Struktural; pengkasifikasian
Penekanan
Pendekatan Institusiaonal legal dan formal
Seringkali bersifat adminitratif; ini merupakan fokus para spesialis yang mempelajari seluk beluk kerajaan penguasa (eropa) dan daerah-daerah jajahan  sebelum PD II
Pendekatan struktur neo-institusional
Berfokus pada konstitusi; struktur legal,Birokrasi dan partai politik
Pendekatan kelompok
Berfokus pada kelompok, baik itu yang formal seperti partai politik, gereja dan militer, maupun yang informal seperti serikat buruh, asosiasi pengusaha, dan himpunan petani
Pendekatan struktur dan fungsi
Mencoba merumuskan sistem dari berbagai bagian yang saling berhubungan
Pendekatan struktur dalam bentuk kelompok dan kelas
Oleh kaum neo marxis dianalisa berdasarkan kepentingan-kepentingan ekonominya.
Para analis strukturalis cendrung mengedepankan isu-isu stabilitas dan pemeliharaan sistem. Seluruh masyarakat atau negara, yakni unit-unit makro, dipelajari, dan sumsi-asumsinya mengenai pembangunan beragam, mulai dari penekanan atas perlunya pemisahan kekuasaan diantara lembaga-lembaga resmi pemerintahan disatu sisi, hingga perbenturan antara kelas-kelas ekonomis dominan disisi lain.
·         Ketiga, pendekatan prilaku (behavioral approach), yang banyak dipengaruhi psikologi. Pendekatan ini berfokus kepada serangkaian masalah yang terkait dengan proses pembelajaran dan sosialisasi, motivasi, persepsi sikap terhadap kekuasaan, dan sejenisnya. Unit analisisnya adalah individu dan kelompok kecil.Apter dan Andrian mengidentifikasikan asumsi behafioral dengan optimisme bahwa perubahan itu perlu dan kapan saja bisa terjadi, dan bahwa pembangunan itu merupakan konsekuensi keinginan orang-orang bagi adanya kemajuan atau perubahan. (Ronald H. Chilcote; 2004, Teori Perbandingan Politik)
Dalam melakukan analisis politik hal yang penting juga untuk diperhatikan selanjutnya adalah konsepsi untuk melakukan analisis yang akan dilaksanakan. Karena analisis politik memiliki berbagai dimensi-dimensi analisis. Dimensi-dimensi analisis politik mencakup dimensi Filsafat Politik (Phylosophy), dimensi Faham Kelembagaan (Institutionalism), dimensi Tingkahlaku / kultural(Behavioralism/culturalism),dimensi Kemajemukkan (Pluralism),dimensi Struktural (structuralism),dimensi Paham  Pengembagaan (developmentarism). Untuk mengkontruksikan sebuah analisis pada dimensi-dimensi analisis politik diatas maka konsep pendekatan analisis yang dapat digunakan adalah pendekatan klasik, fenomenologik/empirik dan konsentris/spesifik.
Model Pendekatan Analisis
Tokoh Pengguna
Klasik (Rationalistik)
Aritoteles, Habermas, Frans Magnis Susena, Muji Sutrisno, Taufik Abdullah, Sartono kartodirjo, Ong HoKham
Empirik (Fenomenologik)
Hauzer, Dwight Kings, SPH, Lance Castel, 
Deliar Noer, Arif  Budiman,
Mohtar pabotingi
Spesifik (Konsentris)
Kwik Kian Gie. 
Literatur yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh pengguna pendekatan analisis politik diatas, dapat sangat membantu individu dalam menelusuri kerangka berfikir dan metodologi politik yang digunakan. Membaca literatur-literatur yang memiliki spesifikasi terhadap salah-satu pendekatan analisis akan memberikan referensi bagi Individu untuk melakukan analisis secara baik dan jelas (sistematik). Tentu ada perbedaan dimensi kerangka berfikir dari ketiga model pendekatan diatas (Klasik, Empirik, Spesifik) untuk dapat menjelaskan dimensi perbedaan kerangka berfikir tersebut maka akan sangat membantu jika individu membaca literatur-literatur dari tokoh-tokoh oengguna pendekatan analisis politik diatas sehingga akan menemukan arti mendalamnya dari masing-masing pendekatan.
Pada usaha melakukan kajian analisis politik dengan menggunakan pendekatan yang telah ada diatas, maka untuk memudahkan analisis tersebut diklasifikasikanlah pendekatan diatas berdasarkan bidang kajian masing-masing.Artinya setiap pendekatan memiliki bidang kajian masing-masing. Untuk memudahkan seorang individu dalam melakukan analisisnya agar pendekatan yang digunakan mampu mekontruksikan subjek yang akan dianalisis, tentu perlulah untuk memahami juga klasifikasi dari pendekatan yang ada dengan bidang kajian yang terkait. Klasifikasi pendekatan dengan bidangkajian tersebut didasarkan pada model pendekatan, tekanan perhatian, bidang kajian dan tema politik. Dari pengklasifikasian ini diharapkan dalam melakukan analisis akan mampu menghasilkan sebuah analisis yang “baik” dan sistematik. misalkan Pendekatan utama yang digunakan adalah Filsafat Politik, maka tekanan kajiannya ialah Analisa logika, asas-asas masyarakat yang baik, dasar moral dari wewenang. Dengan bidang kajian Sejarah ide dan filsafat politik. Contoh tema politik yang akan dianalisis ialah Ideologi, Filosofi, nilai-nilai dan sejarah politik. Pengklasifikasian ini akan lebih jelas disebutkan dalam tabel berikut ;
No
Pendekatan utama
Tekanan perhatian
Bidang kajian Tema
Tema Politik
1

2

3

4

5

6
Filsafat politik 
Paham kelembagaan
Paham tingkahlaku
Paham kemajemukan

Paham struktural
Paham perkembangan
Analisa logika, asas-asas masyarakat yang baik, dasar moral dari wewenang. 
Analisa hukum dan sejarah, metode-metode deskriptif dan perbandingan, teori kelompok kepentingan.
Metode eksperimental, analisa psikologi, teori proses belajar, teori pengambilan keputusan dan organisasi.
Teori partisipasi, metode empiris, teori koalisi, tingkahlaku, maksimalisasi.
Teori pertukaran, analisa peran, analisa kelas, analisa marxis, fungsionalis, linguistik.
Teori-teori transisi, pertumbuhan, sebab-sebab inovasi, ketidakmantapan, rezim-rezim politik.
Sejarah ide dan filsafat politik. 
Politik Amerika, perbandingan dan internasional, partai, konstitusi
Pendapat umum, pemberian suara, koalisi, tindakan kekerasan, ideologi.
Partai politik, sistem pemilihan, tingkahlaku legislatif, pemerintahan nasional, kekuasaan komunitas.
Kelas dan elit, perubahan dan revolusi ideologi dan kedudukan sosial, stabilitas dan integrasi.
Wilayah-wilayah sedang berkembang, Revolusi kolonialisme, dan imperialisme, bangsa-bangsa baru, nasionalisme.
Ideologi, Filosofi, nilai-nilai dan sejarah politik 
Hubungan  antara supra struktur  dan infra struktur serta (eksekutif, legislatif, kelompok kepentingan, kelopok penekan
Demokrasi, pemilu, dan Budaya Politik
Kebangsaan Demokrasi, pemilu, dan Budaya Politik
Proses Politik dan Kebijakan Negara Sistem kepartaian
Dinamika politik Indonesia dalam tataran lokal ,nasional, regional, global
(diolah dari berbagai sumber)
Guna mencapai pemahaman yang baik bagi individu dalam mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis serta menyimpulkan fenomenologi politik tentulah harus diperkuat dengan pemahaman basis-basis teori politik yang ada (Grand Theory, Midle Theory dan Litle Theory) pemahaman akan hal ini sangatlah dapat membantu dalam menempatkan teori secara khusus sehingga analisis yang dilahirkan akan dapat menjelaskan fenomena politik yang dianalisis secara jelas.


C.      Psikoterapi Psikologi Sosial Politik

Psikoterapi psikoasialitik adalah terapi yang didasarkan pada rumusan psikoanalitik yang telah dimodifikasi secara konseptual dan teknik. Tidak seperti psikoanalisis, yang sebagian permasalahan akhirnya mengungkapkan dan bekerja selanjutnya melalui konflik infantil saat timbul dalam neurosis transferensi, psikoterapi psikonalitik memusatkan perhatian pada konflik pasien sekarang dan pola dinamika sekarang yaitu, analisis masalah pasien dengan orang lain dan dengan dirinya sendiri. Juga tidak seperti psikoanalisis, yang sebagai tekniknya menggunakan asosiasi bebas dan analisis neurosis transferensi, psikoterapi psikoanalitik ditandai dengan teknik wawancara dan diskusi yang jarang menggunakan asosiasi bebas, Dan sekali lagi tidak seperti psikoanalisis, psikoterapi psikoanalitik biasanya mcmbatasi kerjanya pada transferensi dengan suatu diskusi reaksi pasien terhadap dokter pskiatrik dan orang lain.
1.         Teknik Terapi
 Pada psikoterapi psikoanalitik pasien dan ahli terapi biasanya saling bertatap-tatapan satu sama lainnya, yang membuat ahli terapi terlihat nyata dan bukan mernpakan kumpulan khayaian yang diproyeksikan. Tipe terapi ini jauh lebih fleksibel dibandingkan.psikoanalisis, dan dapat lebih sering digunakan bersarna-sama dengan medikasi psikotropik dibandingkan psikoanalisis.
Psikoterapi psikoanalitik dapat terentang dari wawancara suportif tunggal, memusatkan pada masalah yang sekarang dan menekan, sampal terapi selama bertahun-tahun, dengan satu sampai tiga wawancara dalam seminggu dengan lama yang bervaniasi.Berbeda dengan psikoanalisis, psikoterapi psikoanalitik mengobati sebagian besar gangguan yang dalam bidang psikopatologi.
2.         Paikoterapi berorientasi Tilikan
 Tilikan adalah pengertian pasien tentang fungsi psikologisnya dan kepribadiannya. Untuk mencapai tilikan, klinisi harus menyebutkan bidang atau tingkat pengertian atau pengalaman di mana pasien berada, Penekanan dokter psikiatrik pada terapi berorientasi tilikan (juga disebut terapi ekspresif dan psikoterapi psikoanalitik intensif) adalah pada nilai di mana pasien menggali sejumlah tilikan baru ke dalam dinamika perasaan, respon, perilaku sekarang dan khususnya, hubungan mereka sekarang dengan orang lain. Dalam lingkup yang lebih sempit penekanan adalah pada nilai untuk mengembangkan tilikan ke dalam respon pasien terhadap ahli terapi dan respon pada masa anak – anak.Terapi berorientasi tilikan adalah terapi yang terpilih untuk seorang pasien yang meniiliki kekuatan ego yang adekuat tetapi, karena satu dan lain alasan, tidak dapat atau tidak boleh menjalani psikoanalisis.
Efektivitas terapi tidak tergantung semata-mata pada tilikan yang dikembangkan atau digunakan.Respon terapi pasien juga didasarkan pada faktor – faktor tertentu seperti pengungkapan perasaaan dalam suasana yang tidak menghakimi tetapi memiliki batas-batas, identifikasi dengan ahli terapi, dan faktor hubungan lainnya. Hubungan terapetik tidak memerlukan suatu penerimaan tanpa pilih – pilih sama sekali terhadap apa yang dikatakan dan dilakukan pasien. Kadang – kadang ahli terapi harus mengintervensi sisi ego yang relatif lemah dengan memberikan bukti-bukti yang tidak dapat disanggah sehingga pasien dapat mencoba untuk mencapai penyesuaian yang lebik baik atau dengan menentukan batas yang realistik untuk perilaku maladaptif pasien.
3.         Psikoterapi supportif
Psikoterapi suportif (juga disebut psikoterapi berorientasi hubungan) menawarkan dukungan kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau dekompensasi sementara.Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu.Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.
Terapi suporttif menggunakan sejumlah metoda, baik sendiri-sendiri atau konbinasi, termasuk :
·         kepemimpinan yang kuat, hangat, dan ramah
·         pemuasan kebutuhan tergantungan
·         mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya
·         membantu mengembangkan sublimasi yang menyenangkan (sebagai contohnya, hobi)
·         istirahat dan penghiburan yang adekuat
·         menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan.jika mungkin
·         perawatan di rumah sakit jika diindikasikan
·         medikasi untuk menghilangkan gejala
·         bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang. Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu pasien merasa aman, diterima, terlindungi, terdorong dan tidak merasa cemas.
Psikoterapi suportif cocok untuk berbagai penyakit psokogenik.  Terapi ini dapat dipilih jika penilaian diagnostic menyatakan bahwa proses kematangan yang bertahap didasarkan pada perluasan sasaran baru untuk identifikasi, adalah jalan yang paling menjanjikan untuk perbaikan








BAB III
PENUTUPAN

A.      KESIMPULAN
1.      Analisis Psikologi sosial politik ialah kajian yang dilaksanakan untuk meneliti pengetahuan tentang psikologi dalam bidang sosial politik yang berhubungan dengan emosional, pikiran dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial politik
2.      Konsep dan implementasi analisis politik yaitu dengan menggunakan metodologi ilmu politik, dan pada kesempatan untuk melakukan kegiatan analisis maka perlu bagi seorang individu untuk memahami kerangka berfikir analisis politik sebelum melakukan sebuah analisis sehingga pada proses analisis nantinya akan mampu menjelaskan fenomena politik secara sistematik dan mendasar pada teori dan metode yang tepat. Untuk melahirkan kerangka berfikir analisis yang baik maka bagi seorang individu harus lebih dulu dapat memahami nilai-nilai dari aspek sudut pandang ontologis, epistemologis, dan axiologis.
3.      Psikoterapi yang dilakukan pada psikologi sosial politik yaitu :
·           Teknik terapi
·           Psikoterapi berorientasi tilikan
·           Psikoterapi supportif

B.       SARAN
Persaingan politik di Indonesia semakin panas. Maka dari itu, pendidikan psikologi sosial politik harus diutamakan bagi para calon ataupun para tokoh politik agar mereka mampu mengtrol sikap dan emosional.


DAFTAR PUSTAKA

Firdaus Syam, Amien Rais Politisi Yang Merakyat dan Intelektual Yang Shaleh, Jakarta:Pustaka Al-Kautsar, 2003.
Baron. Robert A, Byrne Donn. 2003. Psikologi sosial edisi kesepuluh. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Blog Phonk. “Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lainnya”. Online. http://phonk.student.umm.ac.id/2010/01/28/hub-ilmu-politik-dengan-ilmu-lainnya/  Diakses 8 April 2012.

Matulessy, Andik . 2005. Psikologi politik. Surabaya: Dieta persada.
Novita Bloskadit. “Hubungan Ilmu Politik dengan Psikologi Sosial”. Online. http://hanoi5b.wordpress.com/2009/09/12/hubungan-ilmu-politik-dan-ilmu-ilmu-sosial-lainnya/. Diakses 8 April 2012.


www.pustaka indonesia.or.id

www.seasite.nie.edu/flin/jak demo
Maramis WF; Psikoterapi, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa ed. 7, Airlangga University, 1998 : hal : 483-497.
Kaplan, Sadock’s ; Psikoterapi, Sinopsis Psikiatri, Edisi Ketujuh, Jilid 2,  hal 383 – 442.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar