TUGAS MAKALAH
ANALISIS PSIKOLOGI SOSIAL
POLITIK
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK
I
SYARIFAH NURJAMILA (2A 1322 069)
NILAM RAMLI ( )
SYARIFAH NURJAMILA (2A 1322 069)
NILAM RAMLI ( )
MATA KULIAH :
PSIKOLOGI
SOSIAL POLITIK
UNIVERSITAS
SAWERIGASING MAKASSAR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas
kehadirat tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya lah sehingga
kami dari kelompok I dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Psikologi
Sosial Politik ini dengan tepat waktu.
Pada kesempatan kali ini, kami dari
kelompok I akan membahas materi tentang “Analisis
Psikologi Sosial Politik (PSIKOANALITIK)”. Mengingat Psikologi sangat
penting dalam mengimbangkan keadaan jiwa dalam politik. Mengapa analisis psikologi sosial politik sangat penting untuk
dipelajari? Bagaimanakah cara psikoterapi psikologi sosial politik? Itu semua
akan terjawab dalam makalah ini.
Pada makalah ini, masih banyak
terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka kami dari kelompok I berharap
mendapatkan kritikan serta saran dari para pembaca dan mahasiswa lainnya,
terutama oleh dosen pembimbing mata kuliah psikologi sosial politik demi
menyempurnakan makalah ini.
Demikian sepatah kata dari kami yang
sempat kami utarakan pada kata pengantar ini. Lebih dan kurangnya mohon di
maafkan karena kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Adapun
kesempurnaan pada makalah kami ini, itu semua datangnya dari sang pencipta.
Billahi
Fisabilillahi
Nuun Walqalami
Wamaa Yasturuunn
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Parepare,
18 Oktober 2014
Kelompok I
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR
ISI ................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG ......................................................................... 1
B.
RUMUSAN
MASALAH .................................................................... 1
C.
TUJUAN
PENULISAN ......................................................................` 1
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
ANALISIS PSIKOLOGI SOSIAL POLITIK
1.
Pengertian Analisis .................................................................... 2
2.
Pengertian Psikologi Sosial Politik ............................................ 2
B.
KONSEP
DAN IMPLEMENTASI ANALISI POLITIK ..................... 3
C.
PSIKOTERAPI
PSIKOLOGI SOSIAL POLITIK .............................. 9
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN .................................................................................. 12
B.
SARAN .............................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Di
era globalisasi ini, banyak sekali
terjadi konflik politik. Hampir semua tokoh politik di anggap sebagai orang
yang memiliki paradigma yang tidak baik, tetapi paradigma-paradigma yang tidak
baik dapat di ubah menjadi baik dengan pengaplikasian psikologi sosial politik.
Psikologi sosial politik sempat di anggap tidak penting, namun di era modern
yang seperti ini, Psikologi sosial politik justru sangat penting di aplikasikan
dalam bidang politik.
Serge moscovici seorang psikolog
sosial Perancis menyatakan bahwa psikologi sosial adalah jembatan diantara
cabang-cabang pengetahuan sosial lainnya. Sebab psikologi sosial mengakui
pentingnya memandang individu dalam suatu sistem sosial yang lebih luas dan
karena itu menarik kedalamnya sosiologi, ilmu politik, antropologi, dan
ekonomi. Psikologi sosial mengakui aktifitas manusia yang rentangnya luas dan
pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau. Dalam mengambil fokus ini
psikologi sosial beririsan dengan filsafat, sejarah, seni dan musik. Selain itu
psikologi sosial memiliki perspektif luas dengan berusaha memahami relevansi
dari proses internal dari aktivitas manusia terhadap perilaku sosial.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
pengertian dari analisis psikologi sosial politik ?
2. Bagaimana
konsep dan implementasi analisis politik ?
3. Bagaimanakah
cara psikoterapi psikologi sosial politik ?
C.
TUJUAN
PENULISAN
1. Mampu mengetahui apa apa maksud dari analisi
psikologi sosial politik.
2. Mampu mengatasi masalah psikologi dengan
psikoterapi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Analisis Psikologi Sosial Politik
a. Pengertian
Analisis
Kata
analisis merupakan kata serapan dari bahasa ingrris yaitu analisys. Dari
akhiran –isys bila diserap ke dalam bahasa indonesia menjadi –isis. Jadi sudah
seharusnya bagi kita untuk meluruskan
penggunaan setiap bahasa agar tercipta praktik kebahasaan yang baik dan benar
demi tatanan bangsa Indonesia yang semakin baik. Analisis adalah kajian yang
dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut
secara mendalam.
b. Pengertian
Psikologi Sosial Politik
Psikologi
sosial politik ialah ilmu pengetahuan yang merupakan bagian dari psikologi yang
berhubungan dengan kehidupan sosial politik yang berkaitan dengan pikiran,
emosi dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial dan politik.
Psikologi
sosial mengamati kegiatan manusia dari segi ekstern maupun dari segi intern.
Dengan menggunakan kedua macam analisis ini, ilmu politik dapat menganalisis
secara lebih mendalam makna dan peran orang kuat, kondisi sosial ekonomi serta
ciri-ciri kepribadian yang memungkinkannya memainkan peran itu
B.
Konsep
dan Implementasi Analisis Politik
Dalam melakukan studi kajian politik
yang menyandarkan kegiatan analisis politik maka perlu sebelumnya untuk
memahami kembali makna dari tujuan melakukan analisis. Unit analisis yang
digunakan pada pendekatan politik ialah dengan menggunakan metodologi ilmu
politik, dan pada kesempatan untuk melakukan kegiatan analisis maka perlu bagi
seorang individu untuk memahami kerangka berfikir analisis politik sebelum
melakukan sebuah analisis sehingga pada proses analisis nantinya akan mampu
menjelaskan fenomena politik secara sistematik dan mendasar pada teori dan
metode yang tepat. Untuk melahirkan kerangka berfikir analisis yang baik maka
bagi seorang individu harus lebih dulu dapat memahami nilai-nilai dari aspek
sudut pandang ontologis, epistemologis, dan axiologis.
Ontologi adalah ilmu pengetahuan
yang didalamnya memiliki nilai-nilai tertentu dalam memandang sebuah fenomena,
saat ini Ontologi dipandang sebagai bagaimana individu melihat alam jagad raya
ini berikut isinya dengan dipengaruhi basis nilai (material) yang ada pada
dirinya, basis material tersebut bisa dimisalkan ideologi, agama, adat dan lain
sebagainya, dan kemudian basis material inilah yang kemudian melahirkan sebuah
penilaian tentang sesuatau halnya. Secara sederhana ontologi dipahami sebagai
sebuah pengetahuan atau ilmu yang diperoleh dari pengaruh-pengaruh yang
disengaja ataupun tidak. Epistemologi dipahami sebagai realitas yang muncul
setelah melalui usaha pendekatan-pendekatan tertentu untuk melihat kebenaran
sesungguhnya yang sebelumnya telah dipengaruhi dengan nilai-nilai tertentu
dalam pelaksanaanya, sementara axiologis dipahami Sementara Axsiologi adalah
sebuah nilai yang telah dipahami kegunaannya dipakai untuk tujuan tertentu
akhirnya, aksi tersebut muncul setelah melalui ontologi dan epistemologi.
Ketiga hal ini (ontologis,
epistemologi, axiologi) kemudian berguna menjelaskan mengapa nilai tersebut
berada pada posisi tertentu. Ketika pemahaman mengenai ontologis, epistemologis
dan axsiologis telah dimiliki oleh seorang individu maka akan dapat melakukan
analisis terhadap fenomena yang terjadi, pada bidang politik maka hal diatas
dapat memudahkan untuk melakukan analisis terhadap fenomenologi politik secara
sistematik dan komperhensif dengan menyandarkan pada metodologi ilmu politik.
Apter dan Andrian (1968) merangkum
tiga pendekatan utama dalam studi Ilmu politik yakni ;
·
Pertama ialah pendekatan normatif (normative approach);
diartikan sebagai evolusi demokrasi konstitusional sebagai perwujudan utama
modrnisasi.Ini merupakan pendekatan favorit bagi para ilmuan politik yang
perhatian utamanya adalah tentang sejarah gagasan-gagasan politik dan sosiologi
ilmu pengetahuan.Pendekatan normatif merupakan kecendrungan tradisional yang
sudah digunakan sejak ilmu politik masi menyatu dengan ilmu filsafat.Pendekatan
ini meneliti nilai nilai kebudayaan dalam masyarakat yang dianggap
baik.Analisis normatif mencoba meningkatkan observasi empiris kasar atas berbagai
peristiwa, dan mencari maknanya yang lebih dalam dengan mengaitkannya ke
nilai-nilai masyarakat yang diamati. Analisis normatif menggunakan masyarakat
secara keseluruhan sebagai unit analisisnya, dan terkadang merngasumsikan bahwa
perubahan dalam masyarakat merupakan konsekuensi dari suatu proses dialektis
antara nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang saling bertentangan.
·
Kedua, Pendekatan struktural (structural approach), Apter
dan Andrian membedakannya menjadi lima macam sesuai dengan penekananya,
yakni seperti digambarkan dalam tabel;
|
Pendekatan
Struktural; pengkasifikasian
|
Penekanan
|
|
Pendekatan Institusiaonal legal
dan formal
|
Seringkali
bersifat adminitratif; ini merupakan fokus para spesialis yang mempelajari
seluk beluk kerajaan penguasa (eropa) dan daerah-daerah jajahan sebelum
PD II
|
|
Pendekatan struktur
neo-institusional
|
Berfokus
pada konstitusi; struktur legal,Birokrasi dan partai politik
|
|
Pendekatan kelompok
|
Berfokus
pada kelompok, baik itu yang formal seperti partai politik, gereja dan
militer, maupun yang informal seperti serikat buruh, asosiasi pengusaha, dan
himpunan petani
|
|
Pendekatan struktur dan fungsi
|
Mencoba
merumuskan sistem dari berbagai bagian yang saling berhubungan
|
|
Pendekatan struktur dalam bentuk
kelompok dan kelas
|
Oleh
kaum neo marxis dianalisa berdasarkan kepentingan-kepentingan ekonominya.
|
Para analis strukturalis cendrung
mengedepankan isu-isu stabilitas dan pemeliharaan sistem. Seluruh masyarakat
atau negara, yakni unit-unit makro, dipelajari, dan sumsi-asumsinya mengenai pembangunan
beragam, mulai dari penekanan atas perlunya pemisahan kekuasaan diantara
lembaga-lembaga resmi pemerintahan disatu sisi, hingga perbenturan antara
kelas-kelas ekonomis dominan disisi lain.
·
Ketiga, pendekatan prilaku (behavioral approach), yang banyak
dipengaruhi psikologi. Pendekatan ini berfokus kepada serangkaian masalah yang
terkait dengan proses pembelajaran dan sosialisasi, motivasi, persepsi sikap
terhadap kekuasaan, dan sejenisnya. Unit analisisnya adalah individu dan
kelompok kecil.Apter dan Andrian mengidentifikasikan asumsi behafioral dengan
optimisme bahwa perubahan itu perlu dan kapan saja bisa terjadi, dan bahwa
pembangunan itu merupakan konsekuensi keinginan orang-orang bagi adanya
kemajuan atau perubahan. (Ronald H. Chilcote; 2004, Teori Perbandingan Politik)
Dalam melakukan analisis politik hal
yang penting juga untuk diperhatikan selanjutnya adalah konsepsi untuk
melakukan analisis yang akan dilaksanakan. Karena analisis politik memiliki
berbagai dimensi-dimensi analisis. Dimensi-dimensi analisis politik mencakup
dimensi Filsafat Politik (Phylosophy), dimensi Faham Kelembagaan
(Institutionalism), dimensi Tingkahlaku /
kultural(Behavioralism/culturalism),dimensi Kemajemukkan (Pluralism),dimensi
Struktural (structuralism),dimensi Paham Pengembagaan (developmentarism).
Untuk mengkontruksikan sebuah analisis pada dimensi-dimensi analisis politik
diatas maka konsep pendekatan analisis yang dapat digunakan adalah pendekatan
klasik, fenomenologik/empirik dan konsentris/spesifik.
|
Model
Pendekatan Analisis
|
Tokoh
Pengguna
|
|
Klasik
(Rationalistik)
|
Aritoteles,
Habermas, Frans Magnis Susena, Muji Sutrisno, Taufik Abdullah, Sartono
kartodirjo, Ong HoKham
|
|
Empirik
(Fenomenologik)
|
Hauzer,
Dwight Kings, SPH, Lance Castel,
Deliar
Noer, Arif Budiman,
Mohtar
pabotingi
|
|
Spesifik (Konsentris)
|
Kwik Kian Gie.
|
Literatur yang dihasilkan oleh
tokoh-tokoh pengguna pendekatan analisis politik diatas, dapat sangat membantu
individu dalam menelusuri kerangka berfikir dan metodologi politik yang
digunakan. Membaca literatur-literatur yang memiliki spesifikasi terhadap
salah-satu pendekatan analisis akan memberikan referensi bagi Individu untuk
melakukan analisis secara baik dan jelas (sistematik). Tentu ada perbedaan
dimensi kerangka berfikir dari ketiga model pendekatan diatas (Klasik, Empirik,
Spesifik) untuk dapat menjelaskan dimensi perbedaan kerangka berfikir tersebut
maka akan sangat membantu jika individu membaca literatur-literatur dari
tokoh-tokoh oengguna pendekatan analisis politik diatas sehingga akan menemukan
arti mendalamnya dari masing-masing pendekatan.
Pada usaha melakukan kajian analisis politik dengan
menggunakan pendekatan yang telah ada diatas, maka untuk memudahkan analisis
tersebut diklasifikasikanlah pendekatan diatas berdasarkan bidang kajian
masing-masing.Artinya setiap pendekatan memiliki bidang kajian masing-masing.
Untuk memudahkan seorang individu dalam melakukan analisisnya agar pendekatan
yang digunakan mampu mekontruksikan subjek yang akan dianalisis, tentu perlulah
untuk memahami juga klasifikasi dari pendekatan yang ada dengan bidang kajian
yang terkait. Klasifikasi pendekatan dengan bidangkajian tersebut didasarkan
pada model pendekatan, tekanan perhatian, bidang kajian dan tema politik. Dari
pengklasifikasian ini diharapkan dalam melakukan analisis akan mampu
menghasilkan sebuah analisis yang “baik” dan sistematik. misalkan Pendekatan
utama yang digunakan adalah Filsafat Politik, maka tekanan kajiannya ialah
Analisa logika, asas-asas masyarakat yang baik, dasar moral dari wewenang.
Dengan bidang kajian Sejarah ide dan filsafat politik. Contoh tema politik yang
akan dianalisis ialah Ideologi, Filosofi, nilai-nilai dan sejarah politik.
Pengklasifikasian ini akan lebih jelas disebutkan dalam tabel berikut ;
|
No
|
Pendekatan
utama
|
Tekanan
perhatian
|
Bidang
kajian Tema
|
Tema
Politik
|
|
1
2 3 4 5 6 |
Filsafat
politik
Paham
kelembagaan
Paham
tingkahlaku
Paham
kemajemukan
Paham struktural
Paham
perkembangan
|
Analisa
logika, asas-asas masyarakat yang baik, dasar moral dari wewenang.
Analisa
hukum dan sejarah, metode-metode deskriptif dan perbandingan, teori kelompok
kepentingan.
Metode
eksperimental, analisa psikologi, teori proses belajar, teori pengambilan
keputusan dan organisasi.
Teori
partisipasi, metode empiris, teori koalisi, tingkahlaku, maksimalisasi.
Teori
pertukaran, analisa peran, analisa kelas, analisa marxis, fungsionalis,
linguistik.
Teori-teori
transisi, pertumbuhan, sebab-sebab inovasi, ketidakmantapan, rezim-rezim
politik.
|
Sejarah
ide dan filsafat politik.
Politik
Amerika, perbandingan dan internasional, partai, konstitusi
Pendapat
umum, pemberian suara, koalisi, tindakan kekerasan, ideologi.
Partai
politik, sistem pemilihan, tingkahlaku legislatif, pemerintahan nasional,
kekuasaan komunitas.
Kelas
dan elit, perubahan dan revolusi ideologi dan kedudukan sosial, stabilitas
dan integrasi.
Wilayah-wilayah
sedang berkembang, Revolusi kolonialisme, dan imperialisme, bangsa-bangsa
baru, nasionalisme.
|
Ideologi,
Filosofi, nilai-nilai dan sejarah politik
Hubungan
antara supra struktur dan infra struktur serta (eksekutif, legislatif,
kelompok kepentingan, kelopok penekan
Demokrasi,
pemilu, dan Budaya Politik
Kebangsaan
Demokrasi, pemilu, dan Budaya Politik
Proses
Politik dan Kebijakan Negara Sistem kepartaian
Dinamika
politik Indonesia dalam tataran lokal ,nasional, regional, global
|
(diolah
dari berbagai sumber)
Guna mencapai pemahaman yang baik
bagi individu dalam mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis serta
menyimpulkan fenomenologi politik tentulah harus diperkuat dengan pemahaman
basis-basis teori politik yang ada (Grand Theory, Midle Theory dan Litle
Theory) pemahaman akan hal ini sangatlah dapat membantu dalam menempatkan teori
secara khusus sehingga analisis yang dilahirkan akan dapat menjelaskan fenomena
politik yang dianalisis secara jelas.
C.
Psikoterapi
Psikologi Sosial Politik
Psikoterapi psikoasialitik adalah
terapi yang didasarkan pada rumusan psikoanalitik yang telah dimodifikasi
secara konseptual dan teknik. Tidak seperti psikoanalisis, yang sebagian permasalahan
akhirnya mengungkapkan dan bekerja selanjutnya melalui konflik infantil saat
timbul dalam neurosis transferensi, psikoterapi psikonalitik memusatkan
perhatian pada konflik pasien sekarang dan pola dinamika sekarang yaitu,
analisis masalah pasien dengan orang lain dan dengan dirinya sendiri. Juga
tidak seperti psikoanalisis, yang sebagai tekniknya menggunakan asosiasi bebas
dan analisis neurosis transferensi, psikoterapi psikoanalitik ditandai dengan
teknik wawancara dan diskusi yang jarang menggunakan asosiasi bebas, Dan sekali
lagi tidak seperti psikoanalisis, psikoterapi psikoanalitik biasanya mcmbatasi
kerjanya pada transferensi dengan suatu diskusi reaksi pasien terhadap dokter
pskiatrik dan orang lain.
1.
Teknik Terapi
Pada psikoterapi psikoanalitik pasien dan ahli
terapi biasanya saling bertatap-tatapan satu sama lainnya, yang membuat ahli
terapi terlihat nyata dan bukan mernpakan kumpulan khayaian yang diproyeksikan.
Tipe terapi ini jauh lebih fleksibel dibandingkan.psikoanalisis, dan dapat lebih
sering digunakan bersarna-sama dengan medikasi psikotropik dibandingkan
psikoanalisis.
Psikoterapi psikoanalitik dapat
terentang dari wawancara suportif tunggal, memusatkan pada masalah yang
sekarang dan menekan, sampal terapi selama bertahun-tahun, dengan satu sampai
tiga wawancara dalam seminggu dengan lama yang bervaniasi.Berbeda dengan
psikoanalisis, psikoterapi psikoanalitik mengobati sebagian besar gangguan yang
dalam bidang psikopatologi.
2.
Paikoterapi berorientasi Tilikan
Tilikan adalah pengertian pasien tentang
fungsi psikologisnya dan kepribadiannya. Untuk mencapai tilikan, klinisi harus
menyebutkan bidang atau tingkat pengertian atau pengalaman di mana pasien
berada, Penekanan dokter psikiatrik pada terapi berorientasi tilikan (juga
disebut terapi ekspresif dan psikoterapi psikoanalitik intensif) adalah pada
nilai di mana pasien menggali sejumlah tilikan baru ke dalam dinamika perasaan,
respon, perilaku sekarang dan khususnya, hubungan mereka sekarang dengan orang
lain. Dalam lingkup yang lebih sempit penekanan adalah pada nilai untuk
mengembangkan tilikan ke dalam respon pasien terhadap ahli terapi dan respon
pada masa anak – anak.Terapi berorientasi tilikan adalah terapi yang terpilih
untuk seorang pasien yang meniiliki kekuatan ego yang adekuat tetapi, karena
satu dan lain alasan, tidak dapat atau tidak boleh menjalani psikoanalisis.
Efektivitas terapi tidak tergantung
semata-mata pada tilikan yang dikembangkan atau digunakan.Respon terapi pasien
juga didasarkan pada faktor – faktor tertentu seperti pengungkapan perasaaan
dalam suasana yang tidak menghakimi tetapi memiliki batas-batas, identifikasi
dengan ahli terapi, dan faktor hubungan lainnya. Hubungan terapetik tidak
memerlukan suatu penerimaan tanpa pilih – pilih sama sekali terhadap apa yang
dikatakan dan dilakukan pasien. Kadang – kadang ahli terapi harus
mengintervensi sisi ego yang relatif lemah dengan memberikan bukti-bukti yang
tidak dapat disanggah sehingga pasien dapat mencoba untuk mencapai penyesuaian
yang lebik baik atau dengan menentukan batas yang realistik untuk perilaku
maladaptif pasien.
3.
Psikoterapi supportif
Psikoterapi suportif (juga disebut
psikoterapi berorientasi hubungan) menawarkan dukungan kepada pasien oleh
seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau
dekompensasi sementara.Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan
memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah
terganggu.Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi
pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan
kecemasan dan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin
terlalu kuat untuk dihadapi.
Terapi suporttif menggunakan
sejumlah metoda, baik sendiri-sendiri atau konbinasi, termasuk :
·
kepemimpinan yang kuat, hangat, dan ramah
·
pemuasan kebutuhan tergantungan
·
mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya
·
membantu mengembangkan sublimasi yang menyenangkan (sebagai
contohnya, hobi)
·
istirahat dan penghiburan yang adekuat
·
menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan.jika
mungkin
·
perawatan di rumah sakit jika diindikasikan
·
medikasi untuk menghilangkan gejala
·
bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang.
Cara ini rnenggunakan teknik yang membantu pasien merasa aman, diterima,
terlindungi, terdorong dan tidak merasa cemas.
Psikoterapi suportif cocok untuk
berbagai penyakit psokogenik. Terapi ini dapat dipilih jika penilaian
diagnostic menyatakan bahwa proses kematangan yang bertahap didasarkan pada
perluasan sasaran baru untuk identifikasi, adalah jalan yang paling menjanjikan
untuk perbaikan
BAB
III
PENUTUPAN
A.
KESIMPULAN
1. Analisis
Psikologi sosial politik ialah kajian yang dilaksanakan untuk meneliti
pengetahuan tentang psikologi dalam bidang sosial politik yang berhubungan
dengan emosional, pikiran dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial politik
2. Konsep
dan implementasi analisis politik yaitu dengan menggunakan metodologi ilmu politik, dan pada
kesempatan untuk melakukan kegiatan analisis maka perlu bagi seorang individu
untuk memahami kerangka berfikir analisis politik sebelum melakukan sebuah analisis
sehingga pada proses analisis nantinya akan mampu menjelaskan fenomena politik
secara sistematik dan mendasar pada teori dan metode yang tepat. Untuk
melahirkan kerangka berfikir analisis yang baik maka bagi seorang individu
harus lebih dulu dapat memahami nilai-nilai dari aspek sudut pandang ontologis,
epistemologis, dan axiologis.
3. Psikoterapi yang dilakukan pada
psikologi sosial politik yaitu :
·
Teknik terapi
·
Psikoterapi
berorientasi tilikan
·
Psikoterapi supportif
B.
SARAN
Persaingan
politik di Indonesia semakin panas. Maka dari itu, pendidikan psikologi sosial
politik harus diutamakan bagi para calon ataupun para tokoh politik agar mereka
mampu mengtrol sikap dan emosional.
DAFTAR PUSTAKA
Firdaus Syam, Amien Rais Politisi Yang Merakyat
dan Intelektual Yang Shaleh, Jakarta:Pustaka Al-Kautsar, 2003.
Baron. Robert A, Byrne Donn. 2003.
Psikologi sosial edisi kesepuluh. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Blog Phonk. “Hubungan Ilmu Politik
dengan Ilmu Lainnya”. Online. http://phonk.student.umm.ac.id/2010/01/28/hub-ilmu-politik-dengan-ilmu-lainnya/ Diakses 8 April 2012.
Matulessy,
Andik . 2005. Psikologi politik. Surabaya: Dieta persada.
Novita Bloskadit. “Hubungan Ilmu
Politik dengan Psikologi Sosial”. Online. http://hanoi5b.wordpress.com/2009/09/12/hubungan-ilmu-politik-dan-ilmu-ilmu-sosial-lainnya/. Diakses 8 April 2012.
- See more at: http://utamitamii.blogspot.com/2012/04/aplikasi-psikologi-sosial-dalam-bidang.html#sthash.rc4Trlvo.dpuf
www.pustaka
indonesia.or.id
www.seasite.nie.edu/flin/jak
demo
Maramis
WF; Psikoterapi, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa ed. 7, Airlangga University, 1998
: hal : 483-497.
Kaplan, Sadock’s ; Psikoterapi,
Sinopsis Psikiatri, Edisi Ketujuh, Jilid 2, hal 383 – 442.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar