Sabtu, 15 Juli 2017

makalah ilmu alamiah dasar

Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

BAB VII / II
“ TABLE PERIODIK UNSUR DAN PERSAMAAN KIMIA ”
BAB VIII / III
“ DAMPAK PERKEMBANGAN IPA DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA“
     
umparwarna
 









OLEH:
KELOMPOK II


SYARIFAH RAHMANIAH                         (215 130 013)
SY NURJAMILA                                          ( 215 130 014)

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

Dosen Pembina:
Dian Wahyudi, M.Pd.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

2017


KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat dan karunianya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Adapun judul dari makalah ini adalah ”Tabel Periodik Unsur dan Persamaan Kimia, Dampak Perkembangan Ipa dan Teknologi Terhadap Kehidupan Manusia”. Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.
Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan yang telah memberikan tugas terhadap penyusun.
Penyusunan makalah ini jauh dari sempurna.Dan ini merupakan langkah yang baik dari studi yang sesungguhnya. Oleh karena keterbatasan waktu dan kemampuan penyusun, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa penyusun harapkan. Semoga makalah ini dapat berguna bagi penyusun pada khususnya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.


         Parepare, 29 Mei 2017
Penyusun

Kelompok II


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................    i
DAFTAR ISI...............................................................................................................................    ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah..................................................................................................    1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................................    1
C.     Tujuan Penulisan..............................................................................................................    1
BAB VII / II
TABEL PERIODIK UNSUR DAN PERSAMAAN KIMIA
A.    Perkembangan Tabel Periodik.........................................................................................    2
B.     System Periodik Panjang.................................................................................................    3
C.     Sifat Unsur Periodik........................................................................................................    5
D.    Cara Menentukan Koefisien Reaksi................................................................................    7
E.     Macam reaksi...................................................................................................................    9
BAB VIII / III
DAMPAK PERKEMBANGAN IPA DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
A.    Iptek Dan Perkemangannya.............................................................................................    12
B.     Pemenuhan kebutuhan primer..........................................................................................    13
C.     Pemenuhan Kebutuhan Sekunder....................................................................................    13
D.    Ekonomi, Sosial Dan Budaya..........................................................................................    15
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan......................................................................................................................    16
B.     Saran................................................................................................................................    16
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................    17

BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Ilmu alamiah dasar mempermasalahkan struktur dan berlangsungnya dunia alam, dimana manusia pun dianggap sebagai bagian dari alam itu sendiri. Dan lingkungan hidup meliputi sejumlah kondisi ekstern disekitar organisme yang ikut serta secara dekat memperngaruhi kehidupan dan perkembangan organisme yang bersangkutan.
Dalam ilmu alamiah dasar akan mempelajari system periodik unsur kimia dimana setiap unsure yang ada dibumi ini memiliki penjabaran tersendiri. System periodik unsur merupakan ilmu pasti yang butuh ketelitian dan penelitian dalam prakteknya. Ipa dan teknologi memiliki dampak terhadap kehidupan manusia. Baik dari segi positif maupun negative.
Semua tergantunga dari cara manusia menghadapi dan memanfaatkannya. Terutama di zaman sekaranga ini yang semakin maju. Ketelitian dan kehati-hatian menjadi hal yang harus diperhatikan bagi setiap individu.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan apa dan bagaimana cara kerja system periodic unsure !
2.      Apa sajakah macam-macam reaksi ?
3.      Jabarkan perkembangan iptek !
4.      Apa sajakah yang termasuk dalam pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder ?

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Mampu mengetahui cara kerja system periodic unsure beserta penjabaran-penjabaraan dalam setiam golongannya termasuk dalam menentukan koefisien reaksinya. Dalam setiap macam-macam reaksinya pun perlu penjabaran dan penguraian.
2.      Mampu mengetahui sejarah perkembangan iptek dimana iptek mempengaruhi kebutuhan primer dan sekunder, baik itu positif maupun negative.
BAB VII / II
TABEL PERIODIK UNSUR DAN PERSAMAAN KIMIA
A.     PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK
Boyle sebagai pelopor ilmu kimia modern adalah orang pertama yang memberikan definisi bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi dua zat atau lebbih dengan cara kimia. Perkembangan sisem periodik dimulai pada akhir aad 18 dan permulaan abad 19.
1.      Lavoiser (1769)
Lavoiseir pada tahun 1769 menerbitkan suatu dafar unsur-unsur kurang lebih 21 unsur. Lovisier membagi unsur-unsur dalam logam dan non logam.
2.      Dalton
Pada permulaan abad 19, unsure diklarifikasikan secara secara langsung atau tidak langsung. Pada waktu itu bobot atom merupakan sifat yang dapat diapakai untuk membedakan atom suatu unsure dengan atom unsure lain.
3.      Johan W. Dobereiner (1817)
Pada tahun 1817 ia mengamati bebepara kelompok 3 unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang disebut dengan triade. Dobereiner menemukan bahwa bobot atom brom 80, merupakan rata-rata dari bobot atom klor 35 dan bobot atom yod 127.
4.      J. A. K. Newland (1863-186)
Newland menyusun unsur-unsur yang telah dikena pada waktu itu menurut ke bobot atomny. Ditemukan pengulangan sifat pada setiap unsure kedelapan.
5.      Begeyer De Chancourtois(1863)
Begeyer adalah orang pertama yang menyusun unsur secara periodik. Ia mengelompokkan unsur-unsur dengan membuat kurva pada permukaan badan silinder yang disebut dengan “telluric screw”
6.      Lothar Meyer (1869)
Meyer mengukur volume atom setiap unsur dalam keadaan padat. Volume atom setiap unsur adalah bobot atom unsure dibagi dengan dengan kerapatannya.
7.      Dimiri Mnedelev (1869)
Mendeleev telah memperhitungkan unsur-unsur yang belum ditemukan kemudian mengemukakan tentang adanya hubungan antara sifat-sifat dengan bobot atom unsur-unsur.daftar ini dikenal dengan DAFTAR PERIODIC MENDELEEV. Pada daftar ini ditemukan dua penyimpangan yaitu, pada unsure telirium dengan yod, dan kalium dengan argon yang penempatannya tidak sesuai dengan kenaikkan bobot atom. Moseley memperbaiki susunan daftar ini, yaiu uruan unsur-unsur dalam system periodik adalah berdasarkan nomor atom.
B.     SISTEM PERIODIK PANJANG
Sistem periodic yang dipakai sekarang adalah sisem periodik bentuk panjang yang disusun berdasakan kenaikan nomor atom unsur, serta mengikuti auran Aufau dan aturan Hund. Unsure-unsur dalam sisem periodic dapat dikelompokkan dalam perioda dan olongan. Pengolompkan secara horizontal disebut dengan perioda yang terdiri dari 7 perioda, sedangkan pengelompokkan secara verikal disebut golongan yang erdiri atas 2 golongan yaitu A dan B.
Unsure-unsur golongan A disebut unsure-unsur representatife (unsure-unsur utama) yang terdiri dari 8 golongan yaitu golongan IA-VIIIA. Unsure-unsur golongan B disebut unsure-unsur transisi yan terdiri dari 8 golongan yaitu golonan IB-VIIIB.
Golongan A mempunyai konfigurasi electron terluar ns1-2 np0-6, yang berarti :
·         Pangkat merupakan jumlah electron pada kulit terluar
·         n menunjukkan periode
·         jumlah electron pada kulit terluar menunjukkan golongan.
Contoh soal 1
      11Na = 1s2 2s2 2p6 3s1
      Termasuk golongan IA, Periode 3.
Golongan B mempunyai konfigurasi terluar (n-1)d1-10 ns1-2 yang berarti :
·         Pangkat merupakan jumlah electron pada kulit terluar
·         n menunjukkan kulit terluar
catatan :
·         jika jumlah electron = 8-10, maka unsure termasuk golongan VIII(B)
·         jika jumlah electron = 11, maka unsure termasuk golongan IB
·         jika jumlah elektron = 12, maka unsure termasuk golongan IIB untuk jumlah elektron lainnya sama dengan penentuan golongan A.
contoh soal 2
      25Mn = 1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 4s2 3d5
      Termasuk golongan VII B , periode 4
        29Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10
        Termasuk golongan I B, periode 4
Golongan IA s/d VIIIA disebbut golongan utama
Golongan IB s/d VIIB dan VIII disebbut golonan transisi

Gambar 1. Sistem Periodik Unsur

         Berdasarkan konfigurasi elektronnya, maka unsure-unsur dalam susunan berkala dapat dikelompokkan aas unsure-unsur :
Blok s    :    yaitu unsur-unsur yang elektron terluarnya mengisi orital s. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital s adalah unsure-unsur golongan IA dan IIA.
Blok p   :    yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital p. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital p adalah unsure-unsur golongan IIIA sampai dengan golongan VIII A.
Blok d   :    yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d. dalam susunan berkala unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital d adalah unsure-unsur golongan transisi I sampai dengan VIIB ditambah golongan VIII.
Blok f    :    yaitu unsure-unsur yang elektron terluarnya mengisi orbital f. unsure-unsur blok f ini meliputi unsure-unsur lantanida dan aktinida.

C.     SIFAT PERIODIK UNSUR
1.      Sifat Logam
Unsure-unsur dapat dibagi menjadi :
·         Logam yaitu : zat yang dapat menghantarkan listrik dan panas
·         Bukan logam yaitu : zat yang idak menghantarkan listrik
·         Semi logam (metalloid) : zat yang bersifat logam sekaligus bukan logam.
Dalam satu golongan makin ke atas letak suatu unsure sifat logam makin berkurang dan dalam satu periode makin ke kanan letak suatu unsure sifat logam kian berkurang.
2.      Jari-jari Atom
Dalam suatu periode makin kekanan letak suatu unsure, jari-jari atom semakin kecil. Hal ini disebabkan jumlah proton dalam inti dan jumlah elektron dalam orbital bertambah, sehingga tarikan elektrostatik antara partikel yang berlwanan muatan bertambah. Elektron yang berada pada kulit terluar akan ditarik ke inti sehingga ukuran atom bertambah kecil.
Dalam satu golongan makin kebawah letak suatu, jari-jari atom semakin besar. Ini disebabkan bertambahny kulit elekron sesuai dengan bertambahnya bilangan kuantum utama.
3.      Jari-jari Ion
Suatu atom yang melepaskan elektron jari-jari ionnya lebih kecil dibanding dengan jari-jari atom netralnya. Ini diseabkan tarikan inti yang lebih kuat dibandingkan tarikan ini pada atom nertal. Sebaliknya, apabila suatu atom menangkap elektron, maka jari-jari ionnya lebih besar dibandingkan dengan jari-jari aom neralnya.
4.      Energy Ionisasi (Potensial Ionisasi)
Energy ionisasi ialah energy yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari suau atom yang berdiri sendiri. Dalam satu golongan, energi ionisasi semakin berkurang jika nomor  atom berubah. Ini disebabkan karena makin bertambahny kulit elektron, maka elektron pada kulit terluar berada semakin jauh dari inti.ini menyebabkan gaya tarikan ke inti semakin kecil dan elektron dengan mudah dapat dilepaskan.
Dalam satu periode, pada umumny energy ionisasi cenderung bertambah dari kiri ke kanan.
5.      Afinitas Elektron
Afinitas elektron adalah energy yang dilepaskan jika atom dalam bentuk gas menerima elektron dengan membentuk ion negative.
Dalam satu golongan makin kebawah letak suatu unsure afinitas elektron makin berkurang.
Dalam satu periode makin kekanan letak suatu unsure afinitas elektron  makin bertambah. Ini disebabkan makin kecil jari-jari atom, afinitas elektron makin besar.
6.      Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron. Ini berkaitan dengan energy ionisasi dan afinitas elektron.
Sifat keelektronegatifan sama dengan energy ionisasi dan afinitas elektron, yaitu makin kecil jari-jari atom maka harga keelektronegatifan makin besar.
7.      Sifat-sifat Magnetik
Suatu atom menunjukkan sifat-sifat magnetic jika ditempatkan dalam medan magnetic. Atom dapat dikelompokkan dalam dua golongan berdasarkan sifat magnetiknya. Suatu atom dikatakan memiliki gejala diamagnetisme jika interaksi elektron yang berpasangan dengan medan magnetic akan tolak menolak. Sifat diamagnetic ini dapat dikalahkan oleh sifat paramagnetik, yaitu gejala yang disebabkan apabila suatu atom mempunyai elektron yang tidak berpasangan. Makin banyak elektron yang tidak berpasangan makin kuat gaya tarik medan magetnya.


D.     CARA MENENTUKAN KOEFISIEN REAKSI
Persamaan kimia adalah lambing-lambang yang menyatakan suatu reaksi kimia. Sedangkan yang dimaksud reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat –zat yang baru yaitu hasil reaksi, terbentuk dari beberapa zat aslinya yang diesbut Pereaksi. Biasanya suatu reaksi kimia disertai oleh kejadian-kejadian fisika, seperti perubahan warna, pembentukan endapan dan timbulnya gas.
Suatu persamaan reaksi kimia
a A + b B  ®  c C + d D
a, b, c dan d adalah koefisien reaksi atau perbandingan bilangan zat dalam reaksi. Bilangan tersebut biasanya bulat dan menyatakan jumlah mol.
-        Jadi perbandingan mol-mol zat dalam persamaan reaksi beranding lurus dengan koefisiennya
-        Jika bilangan salah satu zat diketahui, maka bilangan zat-zat lainnya dalam persamaan reaksi dapat ditentukan.
Contoh menentukan koefisien reaksi (reaksi seimbang)
Contoh soal 3
A1(P)  +  Cl2 (g)   ®  AlCl3 (belum seimbang)
A1(p)  +  3 Cl2 (g) ®  2AlCl3 (belum seimbang)
2 Al(p)  +  Cl2 (g) ®  2 AlCl3 (reaksi seimbang)
Contoh soal 4
C2H6   +   O2        ®  CO2 (g)     +      H2O (belum seimbang)
Mulai dengan atom C, pereaksi dikiri dan hasil reaksi di kanan jumlah atom harus sama, 2 aom C di kiri berarti koefisien 2 harus di depan CO2
C2H6   +   O2        ®  2 CO2(g)    +      H2O (belum seimbang)
Kemudian atom H, 6 atom H pada C2H6 maka koefisien H2O harus 3
C2H6    +   O2        ®  2 CO2(g)    +      3 H2O (belum seimbang)
Jumlah atom O sebelah kanan 7, berarti sebelah kiri ada 7/2 O2


C2H6    +   7/2O2   ®  2 CO2(g)    +      3 H2O (belum seimbang)
Reaksi ini sudah seimbang, tetapi koefisien masih ada yang berbentuk pecahan untuk menghilangkan koefisien pecahan harus dikalikan 2
2C2H6 +   7O2      ®  2 CO2(g)    +      3 H2O (belum seimbang)
Contoh Soal 5
KNO3 +   H2SO4  ®  K2SO4       +      HNO3
Mulai atom K dengan 2 atom di sebelah kanan, maka koefisien KNO3 harus 2
2 KNO3       +       H2SO4           ®    K2SO4 +          HNO3
2 KNO3 berarti 2 atom NO3 di sebelah kiri, HNO3 harus mempunyai koefisien 2
2 KNO3   +          H2SO4           ®    K2SO4     +       2 HNO3 (seimbang)


E.     MACAM REAKSI
Dengan mengetahui beberapa sifat jenis reaksi, kita dapat menerangkan reaksi-reaksi kimia lebih mudah.
Persamaan reaksi dapat ditulis apabila sudah diketahui rumus molekul zat-zat pereaksi dan hasil reaksi. Secara umum dikenal 5 macam reaksi. Berikut macam-macam reaksi beserta penjelasannya :
1.      Reaksi Kombinasi
Reaksi kombinasi adalah reaksi dua atau lebih zat (baik unsure atau senyawa) yang ereaksi membentuk satu hasil reaksi. Beberapa jenis reaksi kombinasi adalah sebagai berikut :
a.       Logam + bukan logam ® senyawa biner
Contoh : 4 Al(p)  +  3 O2 (g)  ®  2 Al2O3(P)
b.      Bukan logam + oksigen ® oksida bukan logam
Contoh : 2 C(p)  +  O2 (g)   sedikit  ®            2 CO(g)
2 C(p)  +  O2 (g)    banyak   ®            2 CO(g)
c.       Oksida logam + air ® hidroksida logam (basa)
Contoh : CaO(p)  +  H2®              Ca(OH)2(lx)
d.      Oksida bukan logam + air ® asam oksi
Contoh : SO+  H2O   ®   H3SO4
e.       Aksida bukan logam + oksida logam ® garam
Contoh : CaO(p)  +  SO2  ®             CaSO3(P)
Oksida logam adalah anhidrida basa
Oksida bukan logam adalah anhidrida asam

2.      Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian adalah suatu bentuk 2 atau lebih zat baru, yang hasilny bisa unsure atau senyawa. Kadang-kadang untuk penguraian diperlukan pemanasan. Umumnya merupakan reaksi khusus.
a.       Hidrat
Dipanaskan terurai menghasilkan air dan garam anhidrat
Contoh : BaCl+  2 H2®  BaCl2(p)  +  2 H2(g)O
b.      Klorat
Dipanaskan terurai membentuk klorida dan gas oksigen
Contoh : 2 KClO®  2 KCl(p)  +  3 O2(p)
c.       Beberapa Oksida Logam
Terurai bila dipanaskan membentuk logam bebas dan gas oksigen
Contoh : 2 HgO(p)  ®  2 Hg(c)  +   O2(g)
d.      Beberapa Karbonat
Bila dipanaskan terurai membentuk oksida dan karbondioksida
Contoh : CaCO3(p)  ®  CaO(p)  +  CO2(p)
e.       Bikarbonat
Kebanyakan bila dipanaskan teruraai membentuk oksida dan karbondioksida
Contoh : Ca (HCO3)2(p)  ®  CaO(p)  +  2 CO2(g)  +  H2O (g)
Karbonat golongan 1A dipanaskan menghasilkan karbonat, karbondioksida dan air
f.       Air
Akan terurai menjadi gas hydrogen dan gas oksigen bila langsung dialiri listrik
                        Arus listrik
2 H2O(c)                                                        2 H2(g)  +  O2(g)
                         Langsung

3.      Reaksi Pertukaran
Kebanyakan dari jenis reaksi salah satu pereaksinya adalah logam yang akan menggantikan ion logam lain dari larutan.
Logam yang menggantikan harus lebih aktif dari logam yang digantikan.
Deret keaktifan logam disebut deret volta
Li  K  Ba  Ca  Na  Mg  Al  Zn  Fe  Cd  Ni  Sn  Pb  (H)  Au
Susunan ini makin kekanan reaksinya kurang aktif.
Logam yan terletak disebelah miri H dapat bereaksi dengan asam kuat encer menghasilakn gas hydrogen
Contoh :
1)      Fe (p)     +    CuSO4(aq)     ®   FeSO4(aq)    +   Cu (p)
2)      Cu (p)     +   FeSO4(aq)    ¾XX®
3)      Zn (p)     +   2 HCl (aq)    ®   2 ZnCl2(q)     +   H 2(g)
Reaksi perukaran dapat erjadi juga pada deret bukan logam, misalnya deret halogen
F  Cl  Br  I
Contoh :
1)      Cl2 (g)     +   2 NaBr (aq)     ®   2 NaCl (aq)    +   Br2 (c)
2)      I2 (p)     +     2 NaBr (aq)     ¾XX®
4.      Reaksi Pertukaran Berganda
Reaksi pertukaraan rangkap adalah suatu breaksi dimana terjadi pertukaran antara dua pereaksi.
Contoh :
AgNO3 (aq)     + NaCl(aq)     ®   AgCl(p)    +   NaNO3 (aq)
No3- dan Cl- ditukar tempatnya sehingga No3- bergabung dengan Na+ dan Cl- bergabung dengan Ag+ membentuk AgCl yang tidak larut.
5.      Reaksi Netralisasi
Reaksi netralisasi terjadi pada suatu asam atau oksida asam bereaksi dengan basa atau oksida basa membentuk garam dan air.  Bila tidak terbentuk air maka reaksinya antara oksida asam dan oksida basa (=reaksi penggabungan).
Macam reaksi netralisasi :
a.       Asam  +  basa  ®  garam  +  air
Contoh :
HCl (aq)    +   NaOH (aq)     ®   NaCl (aq)    +   H2O (aq)

b.      Oksida logam  +  asam  ®  garam  +  air
Contoh :
CaO (p)    +    2 HCl (aq)     ®   H2O (aq)    +   CaCl2 (aq)

c.       Oksida bukan logam  +  basa  ®  garam  +  air
Contoh :
SO2 (g)    +     2 NaOH (aq)     ®   Na2SO3 (aq)    +   H2O (g)

d.      Oksida asam  +  oksida basa  ®  garam
Contoh :
MgO (p)    +   SO3     ®   MgSO4 (p)  

e.       Ammonia  +  asam  ®  garam ammonia
Contoh :
NH3(g)    +     HCl (aq)     ®   NH4Cl (p)


BAB VIII / III
DAMPAK PERKEMBANGAN IPA DAN
TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA
A.     IPTEK DAN PERKEMBANGANNYA
Menurut Adolf Portman, secara biologis manusia dipandang sebagai premature, karena manusia tidak memilii daya penyesuaian terhadap lingkungan secara alami. Manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan tiruan yang bentuknya beraneka ragam. Manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan menjadi cocok dengan dirinya, sehingga muncul kebudayaan manusia sebagai hasil abstraksi, makin tinggi pula kebudayaan orang atau bangsa tersebut.
Teknik secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu. teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan keterampilan manusia. Pada dasarnya, teknologi adalah ilmu terapan, sebaliknya teknologi juga mendorong diciptakannya atau ditimbulkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju lagi
1.      Fase-Fase Proses Teknik
a.       Fase teknik desttruktif. Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan kebutuhannya, manusia lansung mengambil dari alam, idak ada usaha unuk mengembalikannya ke alam.
b.      Fase teknik konstruktif. Pada fase ini, masyaraka mampu melakukan penciptaan, sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak terdapat di alam. Sedikit demi sedikit manusia telah menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehingga merupakan “the second nature” atau “alam kedua”
c.       Fase modern. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru, yaitu peradaban mesin.

2.      Tingkat Teknologi Berdasarkan Penerapannya
a.       Teknologi tinggi (Hi-tech). Suatu jenis teknolegi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Ciri-ciri teknologi tinggi ini adalah padat moda, didukung rasilitas riset dan pengembangan, biaya perawatan tinggi, keterampilan operatornya tinggi, dan masyarakat penggunanya ilmiah.
b.      Teknologi madya. Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru.
c.       Teknologi tepat guna. Teknologi ini dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana, dan pelaksanannya bersifat padat karya. Teknologi tepat guna ini sering disebut juga teknologi pedesaan (rural technology) atau teknologi pribumi (indigeneus technology).


B.     PEMENUHAN KEBUTUHAN PRIMER
1.      Sandang
Kebutuhan manusia yang makin meningkat juga mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan pakaian. Sekarang manusia tidak hanya mengandalkan sera-serat alami untuk membuat bahan pakaian, tetapi dapat juga membuat serat-serat sintesis dari pokok-pokok kayu (benang rayon) maupun dari bahan galian.
2.      Pangan
Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup. Usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan biasanya dilakukan dengan cara ekstensifikasi, yaitu dengan memperluas lahan pertanian, dan dengan intensifikasi, yaitu dengan meningkatkan mutu melalui pemilihan bibit unggul, cara penggarapan yang lebih baik, pemeliharaan tanaman yang lebih teliti dan pengolahan pasca panen yang lebih sempurna.
3.      Papan
Dalam masa yang masih tradisional pembuatan rumah sangat tergantung pada bahan-bahan yang ada disekitarnya. Fungsi rumah juga tidak lagi hanya sekedar untuk ertahan diri dari cuaca yang tidak menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, tetapi sudah merupakan tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan.

C.     PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKUNDER
Kebutuhan sekunder manusia timbul setelah kebutuhan primernya terpenuhi, terutama berupa kebutuhan akibat manusia makin memerlukan hubungan dengan manusia lain.
1.      Bidang Industri
Teknologi merupakan cara yang harus dilakukan manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya yang makin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Secara positif industry memang memberikan kegunaan besar pada manusia, tetapi dampak sampingnya berupa limbah industry dapat pula menimbulkan gangguan bagi penduduk yang bertempat tinggal disekitar kawasan industry.
2.      Bidang Transportasi
Penemuan roda memegang peranan penting transportasi, karena dengan roda yang bentuknya bundar dapat diperlukan gerakan yang mudah. Dengan kemajuan bidang transportasi ini muncul pula dampak-dampak negatif, seperti tercemarnya udara, tercemarnya lautan, dan tercemarnya udara.
3.      Bidang Komunikasi
Kemajuan dibidang komunikasi ini dimulai dengan ditemukannya teleghrap yang masih menggunakan kawat oleh Samuel Morse (1832), kemudian disempurnakan oleh Guighelmo Marconi yang sudah tanpa kawat (1895). Pada tahun 1872, Alexander Abraham Bell menemukan pesawa telpon, mula-mula masih mempergunkan kawat, kemudian digantikan dengan gelombang radio. Untuk keperluan kantor, sekarang orang dapat mempergunakan telex (teleprinter exchange).
Salah satu akibat positfi dengan majunya komunikasi adalah terjadi deurbanisasi, karena manusia walaupun tinggal juga di daerah pedesaan tidak lagi merasakan ketinggalan bila dibandingkan dengan yang tinggal di kota. Dapat pula dikatakan bahwa dengan majunya komunikasi dan teknologi lainnya, desa-desa menjadi kota dalam pengertian bukan geografis, tetapi teknis sosial, sehingga perbedaan antara desa dan kota makin lama makin kecil.
4.      Kesehatan
Kebutuhan akan kesehatan makin diraskan oleh manusia, sehingga untuk memerangi penyakit yang menjadi sumber malapetaka makin giat dilakukan. Dengan biologi sebagai ilmu dapat diketahui struktur tubuh, organ-organ dan cara bekerjanya organ untuk menunjan kehidupan manusia. Dari biologi sebagai ilmu mumi ini berkembang ilmu terapan yang secara praktis berguna bagi kesejahteraan manusia.


D.     EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA
1.      Ekonomi
Sebagai Homo economicus, dalam segala tindakannya, manusia selalu memperhitungkan untung rugi, atau dalam bahasa teknik disebut sebagai dampak positif dan negatif. Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka siapa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan.
Walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup dibawah garis kemiskinan, namun sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunaakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara pembayaran pun dapat dilakukan dengan tunai atau kredit.
2.      Sosial
Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negri dinilai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan dengan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karayawan pabrik dianggap sebagai karyawan professional yang mempunyai nilai status yang tinggi. Kian majunnya msyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya, dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.
3.      Budaya
Budaya dapat berwujud 3 hal, yaitu idea atau gagasan, tingkah laku atau tindakan, dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Manusia perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk mengahncurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.


BAB IV
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Boyle sebagai pelopor ilmu kimia modern adalah orang pertama yang memberikan definisi bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi dua zat atau lebbih dengan cara kimia. Perkembangan sisem periodik dimulai pada akhir aad 18 dan permulaan abad 19.
Menurut Adolf Portman, secara biologis manusia dipandang sebagai premature, karena manusia tidak memilii daya penyesuaian terhadap lingkungan secara alami. Manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan tiruan yang bentuknya beraneka ragam. Manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan menjadi cocok dengan dirinya, sehingga muncul kebudayaan manusia sebagai hasil abstraksi, makin tinggi pula kebudayaan orang atau bangsa tersebut.
B.     SARAN
Baik dalam ilmu kimia maupun iptek, kita semua perlu ketelitian dan kehatia-hatian dalam pemanfaataannya. Terutama masalah iptek, harus memikirkan dampak kedepannya, baik iu posiif maupun negative.


DAFTAR PUSTAKA
Ati Harmoni, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Penerbit Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar